BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua I DPRD Kota Pangkalpinang Hibir menjadi sorotan setelah terlihat terlelap dengan kepala tertunduk saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).
Momen tersebut terjadi dalam Rapat Paripurna Istimewa Kedua Masa Persidangan III Tahun 2026 DPRD Kota Pangkalpinang yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang.
Dalam dokumentasi yang beredar, Hibir yang duduk di kursi pimpinan DPRD tampak memejamkan mata dengan kepala tertunduk ketika pidato Presiden tengah berlangsung.
Momen tersebut kemudian menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan, mengingat Pidato Kenegaraan Presiden merupakan agenda penting yang digelar setiap tahun dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Hibir merupakan Wakil Ketua I DPRD Kota Pangkalpinang periode 2024-2029 dari Partai NasDem.
Namun, di tengah rapat paripurna yang masih berlangsung, Hibir kemudian keluar dari ruang sidang dan menemui sejumlah awak media yang menunggu di luar.
Saat ditanya mengenai kondisinya, Hibir mengaku sedang tidak enak badan.
"Tengah dak nyamen badan (sedang tidak enak badan-red), izin istirahat dulu lah," kata Hibir.
Pernyataan tersebut disampaikan Hibir ketika menjelaskan kondisi tubuhnya yang sedang tidak fit sehingga memilih keluar dari ruang rapat untuk beristirahat.
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza membenarkan Hibir memang sedang dalam kondisi sakit saat mengikuti Rapat Paripurna tersebut.
Hertza menepis anggapan Hibir sengaja tidur atau tidak mengikuti jalannya Pidato Kenegaraan Presiden.
"Iya. Beliau tuh sakit. Jadi kondisi beliau sakit, tapi enggak tidur!" kata Hertza saat di wawancarai Bangkapos.com, Jumat (14/8/2026).
Menurut Hertza, kondisi Hibir memang terlihat lesu selama mengikuti rapat. Hibir juga sempat berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya sebelum akhirnya meminta izin untuk meninggalkan ruang rapat.
"Kadang-kadang ngobrol, lesu bawaannya. Minta izin pulang lah," ujarnya.
Hertza mengatakan dirinya sempat meminta Hibir untuk menunggu hingga agenda rapat selesai.
"Saya bilang lah ini sebentar lagi sepertinya, dan beliau izin keluar sebentar saja," kata Hertza.
Ia menyebut kondisi Hibir perlu dimaklumi karena yang bersangkutan sedang tidak sehat. Terlebih, usia Hibir disebut telah lebih dari 60 tahun.
"Usia Pak Hibir itu sudah di atas 60. Terus dalam kondisi tidak fit seperti kita orang muda. Kondisinya tidak tidur, itu lesu, sakit gitu kan," ujarnya.
"Jadi ya mohon dimaklumi lah kondisi beliau, seperti itu," tambahnya.
Ia meminta kondisi Hibir tidak langsung dimaknai sebagai sikap tidak menghormati agenda Pidato Kenegaraan Presiden.
"Kasihan juga beliau, kondisinya memang enggak fit," ujar Hertza.
Rapat Paripurna dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Abang Hertza, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, pejabat Pemerintah Kota Pangkalpinang, Forkopimda, serta pejabat instansi vertikal.
Agenda rapat yakni mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sorotan terhadap Hibir muncul karena momen tersebut berlangsung ketika Presiden Prabowo tengah menyampaikan Pidato Kenegaraan yang disiarkan dan disaksikan secara langsung oleh peserta Rapat Paripurna di daerah.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)