BMKG Catat Dua Gempa di Gorontalo Hari Ini Jumat 14 Agustus 2026, Jarak Waktunya Hanya 36 Menit
Wawan Akuba August 14, 2026 04:45 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Aktivitas gempa bumi kembali tercatat di wilayah Gorontalo pada Jumat (14/8/2026) dini hari.

Dalam waktu kurang dari satu jam, dua gempa terjadi di sekitar Kabupaten Pohuwato.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kedua gempa tersebut terjadi dengan selang waktu sekitar 36 menit, masing-masing berkekuatan magnitudo 2,4 dan 2,7.

Gempa pertama tercatat pada pukul 02.22.05 Wita.

Baca juga: Empat Gempa Guncang Gorontalo dalam Dua Hari, BMKG Catat Kedalaman hingga 185 Km

BMKG mencatat pusat gempa berada pada koordinat 0,32 Lintang Utara dan 121,76 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer barat daya Pohuwato, Gorontalo.

Gempa berkekuatan M 2,4 tersebut memiliki kedalaman yang cukup dalam, yakni mencapai 185 kilometer.

Sekitar 36 menit setelahnya, aktivitas gempa kembali terdeteksi.

Pada pukul 02.58.38 Wita, BMKG mencatat gempa kedua dengan kekuatan M 2,7.

Pusat gempa kali ini berada di koordinat 0,83 Lintang Utara dan 121,92 Bujur Timur, atau sekitar 41 kilometer barat laut Pohuwato.

Berbeda dengan gempa pertama, pusat gempa kedua berada pada kedalaman 40 kilometer.

Kedalamannya Beda 145 Kilometer

Dua gempa yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut memiliki perbedaan kedalaman yang cukup mencolok.

Gempa pertama bersumber pada kedalaman 185 kilometer, sedangkan gempa kedua berada pada kedalaman 40 kilometer.

Perbedaan kedalaman tersebut dapat memengaruhi bagaimana energi gempa merambat hingga ke permukaan.

Secara umum, gempa dengan sumber yang lebih dangkal dapat menghasilkan guncangan yang lebih terasa di sekitar episentrum apabila faktor lainnya relatif sama.

Namun, kedalaman bukan satu-satunya penentu kuat atau lemahnya guncangan yang dirasakan masyarakat.

Magnitudo gempa, jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, hingga karakteristik bangunan juga dapat memengaruhi dampak guncangan di permukaan.

Dengan kekuatan masing-masing M 2,4 dan M 2,7, kedua gempa tersebut tergolong berkekuatan kecil sehingga energi yang dilepaskan relatif rendah.

Mengapa Gempa Bisa Terjadi di Gorontalo?

Aktivitas gempa di Gorontalo berkaitan dengan kondisi tektonik Sulawesi dan kawasan sekitarnya yang cukup kompleks.

Wilayah Gorontalo berada di kawasan yang dipengaruhi berbagai struktur tektonik aktif. Aktivitas deformasi batuan di wilayah Sulawesi juga dapat menjadi salah satu sumber terjadinya gempa.

Karakter tektonik tersebut membuat aktivitas gempa bumi menjadi fenomena yang dapat terjadi sewaktu-waktu di Gorontalo.

Kedalaman sumber gempa pun dapat berbeda-beda, seperti yang terlihat dari dua kejadian pada Jumat dini hari tersebut.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Masyarakat yang merasakan guncangan diimbau tidak panik dan tetap mengutamakan keselamatan.

Ketika berada di dalam bangunan, segera lindungi kepala dan tubuh serta menjauh dari kaca, lemari, atau benda lain yang berpotensi jatuh.

Setelah guncangan berhenti, masyarakat dapat keluar menuju tempat terbuka secara tertib dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan.

Masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai gempa yang belum terverifikasi.

Perkembangan aktivitas gempa maupun informasi terkait potensi gempa susulan sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.