Empat Gempa Guncang Gorontalo dalam Dua Hari, BMKG Catat Kedalaman hingga 185 Km
Wawan Akuba August 14, 2026 04:45 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat empat gempa bumi terjadi di wilayah Provinsi Gorontalo dalam dua hari, Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026).

Keempat gempa tersebut memiliki kekuatan antara magnitudo 2,4 hingga 2,8, dengan kedalaman bervariasi mulai dari 9 kilometer hingga 185 kilometer.

Gempa pertama tercatat pada Kamis (13/8/2026) pukul 07.49.22 WIB.

Gempa berkekuatan M 2,8 tersebut berlokasi pada koordinat 0,53 Lintang Utara dan 123,07 Bujur Timur, atau sekitar 7 kilometer barat daya Bone Bolango, Gorontalo.

Gempa ini memiliki kedalaman 9 kilometer.

Selanjutnya, gempa kedua terjadi pada hari yang sama pukul 15.32.54 WIB dengan magnitudo 2,5.

Baca juga: WhatsApp Uji Fitur Baru Anti-Penipuan, Pesan Mencurigakan Bisa Langsung Diperingatkan

Pusat gempa berada pada koordinat 0,04 Lintang Utara dan 123,17 Bujur Timur, atau sekitar 55 kilometer tenggara Bone Bolango, dengan kedalaman 10 kilometer.

Memasuki Jumat (14/8/2026) dini hari, BMKG kembali mencatat dua aktivitas gempa di wilayah Gorontalo.

Gempa pertama terjadi pukul 01.22.05 WIB dengan magnitudo 2,4.

Episenternya berada pada koordinat 0,32 Lintang Utara dan 121,76 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer barat daya Pohuwato, dengan kedalaman mencapai 185 kilometer.

Selang sekitar 36 menit kemudian, tepatnya pukul 01.58.38 WIB, gempa kembali terjadi.

Kali ini gempa berkekuatan M 2,7 berlokasi pada koordinat 0,83 Lintang Utara dan 121,92 Bujur Timur, atau sekitar 41 kilometer barat laut Pohuwato.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 40 kilometer.

Kedalaman Gempa Berbeda-beda
Dari empat gempa tersebut, gempa yang berpusat di sekitar Bone Bolango merupakan gempa paling dangkal, yakni pada kedalaman 9 dan 10 kilometer.

Sementara gempa di sekitar Pohuwato memiliki karakter berbeda. Salah satunya berada cukup dalam, yakni mencapai 185 kilometer.

Kedalaman menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bagaimana energi gempa mencapai permukaan. Gempa dangkal cenderung lebih mudah dirasakan di sekitar episentrum apabila memiliki magnitudo yang cukup besar.

Sebaliknya, gempa yang lebih dalam umumnya mengalami pelemahan guncangan sebelum energinya mencapai permukaan.

Namun, tingkat dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh kedalaman. Magnitudo, jarak dari episentrum, kondisi tanah, serta kualitas bangunan juga turut menentukan seberapa kuat guncangan dirasakan masyarakat.

Dengan magnitudo 2,4 hingga 2,8, energi yang dilepaskan keempat gempa tersebut relatif kecil sehingga potensi menimbulkan kerusakan luas tergolong rendah.

Gorontalo Berada di Kawasan Tektonik Aktif

Aktivitas gempa di Gorontalo berkaitan dengan kondisi tektonik Sulawesi dan wilayah sekitarnya yang cukup kompleks.

Gorontalo berada di kawasan yang dipengaruhi pergerakan sejumlah lempeng dan struktur sesar aktif. Di wilayah sekitar Sulawesi Utara dan Gorontalo terdapat aktivitas tektonik Lempeng Laut Maluku, sementara kawasan Sulawesi juga memiliki sejumlah sistem sesar yang dapat menjadi sumber gempa.

Kondisi tersebut membuat gempa bumi menjadi salah satu fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu di Gorontalo.

Tetap Tenang dan Pantau Informasi BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang ketika terjadi gempa dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Saat guncangan terjadi di dalam rumah atau bangunan, segera berlindung di bawah meja atau benda yang kokoh sambil melindungi kepala. Jauhi kaca, lemari, dan benda yang berpotensi jatuh.

Setelah guncangan berhenti, keluar menuju tempat terbuka secara tertib dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan.

Masyarakat yang berada di luar ruangan juga perlu menjauh dari bangunan, tiang listrik, pohon, maupun benda lain yang berpotensi roboh.

Informasi mengenai gempa dan potensi gempa susulan sebaiknya diperoleh dari kanal resmi BMKG.

Masyarakat Gorontalo diimbau tetap tenang, tidak panik, dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi aktivitas gempa bumi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.