Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya (Abdya) dipercaya sebagai Rumah Sakit Jejaring Pendidikan (RSJP) untuk mendukung pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK).
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari sinergi antara FK USK, RSUD dr. Zainoel Abidin, dan RSUD-TP dalam memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan.
Sebelumnya, pada Maret 2026, RSUD-TP Abdya bersama RSUD dr. Zainoel Abidin telah menjalin kerja sama dengan FK USK terkait pengembangan PPDS dan penggunaan rumah sakit sebagai jejaring pendidikan.
Penetapan RSUD-TP Abdya sebagai wahana pendidikan PPDS Urologi menjadi tonggak penting bagi pengembangan layanan kesehatan di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh.
Kehadiran rumah sakit jejaring pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat pemerataan pelayanan spesialistik sekaligus membuka ruang pembelajaran klinis bagi calon dokter spesialis di daerah.
"Terpilihnya RSUD-TP Abdya dikarenakan kita salah satu rumah sakit yang memiliki SDM Spesialis Urologi yang dilengkapi sarana dan prasarana yang cukup lengkap dengan teknologi yang canggih dan moderen, sehingga hampir semua kasus urologi bisa ditangani di RSUD-TP," kata Direktur RSUD-TP Abdya, dr. Ismail Muhammad, Sp.B, Jumat (14/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, kata Ismail, RSUD-TP Abdya telah menerima dokter peserta PPDS Urologi FK USK untuk menjalani pendidikan klinis.
"Peserta didik mendapatkan pengalaman langsung dalam pelayanan kesehatan dengan tetap berada dalam supervisi dokter spesialis urologi, sehingga proses pendidikan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat," ujar Ismuha—sapaan akrab dr Ismail Muhammad.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit sebagai jejaring pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan kedokteran, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Dengan adanya kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, dan rumah sakit rujukan, kita berharap pelayanan urologi di wilayah Barat Selatan Aceh dapat semakin berkembang, profesional, dan komprehensif," ucapnya.
Baca juga: Cegah Kanker Serviks, Ketua TP PKK Abdya Harap Wanita Usia 35 Tahun ke atas Rutin Lakukan IVA Test
Ismuha mengatakan, RSUD-TP kini terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, pelayanan, dan pengembangan ilmu kedokteran.
Para peserta PPDS memperoleh kesempatan untuk memperluas pengalaman klinis melalui kasus-kasus yang ditemui di rumah sakit daerah, sementara masyarakat mendapatkan manfaat dari semakin kuatnya kapasitas pelayanan spesialistik.
Kepercayaan ini, kata sebut Ismuha, juga menjadi bukti bahwa rumah sakit daerah memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan pendidikan dokter spesialis di Aceh.
"Dengan hadirnya wahana pendidikan Urologi di RSUD-TP, akses terhadap pengembangan kompetensi dan layanan urologi di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh kita harapkan semakin kuat," tuturnya.
Ismuha menegaskan bahwa RSUD-TP Abdya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penelitian melalui kolaborasi dengan FK USK dan RSUD dr. Zainoel Abidin.
Menurutnya, RSUD-TP Abdya bukan hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mencetak dokter spesialis yang kompeten untuk masa depan Aceh.
"Langkah ini menjadi semangat baru bagi kita untuk terus tumbuh, berkembang, dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Abdya dan wilayah Pantai Barat Selatan Aceh," pungkas Ismuha. (*)