Sebab Utama 6.000 Ekor Benih Ikan Haruan di HSS Kalsel Mati, Kerugian Ekonomi Bagi Pembudidaya 
Edi Nugroho August 14, 2026 10:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sebab utama  6.000 ekor benih Ikan Haruan di HSS Kalsel Mati, kerugian ekonomi bagi pembudidaya.

Musim kemarau telah berdampak terhadap budidaya ikan di beberapa wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id di lapangan, kondisi perairan di sungai Kalumpang telah sangat menyurut, membuat beberapa keramba sampai menyentuh tanah, Jumat (14/8/2026).

Dihubungi terpisah, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Distan PP) HSS  melalui Kabid Perikanan, Ahmad Fatmadiansyah membenarkan kondisi menurutnya air yang berdampak ke usaha budidaya ikan.

Baca juga: Lapas Terbakar, Nasib Warga Binaan Terungkap Dipindah ke Blok Hunian

Baca juga: Dorong Semangat Belajar, 137 Pelajar di Tarjun Terima Beasiswa Pendidikan 

Dibeberkan Ahmad Fatmadiansyah, berdasarkan hasil pemantauan dan informasi dari penyuluh perikanan, dampak kekeringan terhadap usaha budidaya ikan terjadi di beberapa wilayah yang mulai dirasakan oleh pembudidaya dengan tingkat dampak yang berbeda-beda.

Ia merincikan, wilayah Kecamatan Daha Utara kondisi keramba pada umumnya masih relatif aman. 

“Di Desa Hakurung, usaha budidaya ikan dalam keramba berjalan normal dan belum ditemukan kejadian kematian ikan. Namun, dampak awal kekeringan mulai terlihat pada penurunan nafsu makan ikan, khususnya pada komoditas ikan grass carp (ikan koan),” katanya.

Akibat ini, pemberian pakan berkurang dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, hingga saat ini belum terjadi kematian ikan maupun kerugian produksi yang signifikan.

Sementara itu,di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang kondisi kekeringan berdampak pada usaha budidaya ikan haruan dalam net tancap.

“Terdapat sekitar 10 unit net tancap terdampak, akibatnya sampai ada kematian ikan. Namun, sebagian ikan pada unit terdampak telah lebih dahulu dipanen sehingga kerugian dapat diminimalkan,” jelasnya.

Masih wilayah Kecamatan Kalumpang, tepatnya di Desa Balanti,  dampak kekeringan tergolong lebih berat.

Dari catatan pihak Distan PP HSS, sebanyak 20 unit keramba ikan haruan terdampak akibat menurunnya ketersediaan dan kualitas air. 

Kondisi tersebut menyebabkan benih ikan haruan yang dipelihara tidak dapat diselamatkan, jumlah kematian diperkirakan mencapai sekitar 6.000 ekor benih. 

“Kejadian ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya serta menghambat siklus produksi pada periode berikutnya,” bebernya.

Menurut Kabid Perikanan, secara keseluruhan, kekeringan telah memberikan dampak terhadap sektor budidaya perikanan.

“Mulai dari penurunan nafsu makan ikan hingga kematian ikan dan benih pada beberapa lokasi,” jelasnya.

Pihaknya kini terus melakukan pemantauan secara berkala, serta mengimbau pembudidaya untuk mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko kerugian lebih besar saat terjadi kondisi kekeringan berlangsung dalam waktu lama.

7 Tips Budidaya Ikan Nila agar Cepat Panen dan Raup Untung


Budidaya ikan nila adalah salah satu bisnis yang banyak diminati masyarakat. Sebab, ikan nila adalah salah satu ikan favorit untuk dikonsumsi, sehingga permintaannya terus meningkat.

Sejalan dengan itu, prospek keuntungan budidaya ikan nila juga sangat menjanjikan.

Dikutip dari laman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Rabu (28/2/2024), pertumbuhan ikan nila yang sangat cepat membuat panen ikan nila tidak memakan waktu yang lama.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin memulai budidaya ikan nila agar cepat panen dan hasilnya maksimal. Berikut sejumlah tips budidaya ikan nila agar cepat panen dan raup untung.

1. Cermat memilih benih ikan nila

Memilih benih yang sesuai untuk budidaya ikan nila sangatlah penting. Umumnya benih yang digunakan berjenis kelamin jantan atau monosex, karena pertumbuhannya 40 persen lebih cepat dibandingkan benih betina.

2. Perhatikan jenis tanah yang akan digunakan sebagai kolam

Setiap jenis tanah memiliki keunggulan masing-masing. Biasanya, jenis tanah liat atau lempung yang paling cocok untuk lahan kolam ikan nila.

Karakteristik tanah liat adalah tidak berporus, mampu menahan massa air dengan baik. Selain itu, jenis tanah liat atau lempung dapat dimanfaatkan sebagai dinding kolam.

Kemiringan tanah juga memiliki peran dalam kelancaran budidaya agar pengairan bisa lebih mudah dengan bantuan gravitasi. Kemiringan tanah yang optimal sekitar 3 sampai 5 persen.

3. Sumber air harus diseleksi dengan benar

Ini perlu dilakukan agar hasil panen menjadi ikan nila unggulan. Pastikan air tidak tercemar zat kimia yang beracun dan berwarna hijau atau kecoklatan.

Petak sawah di Dusun Parangmalengu, Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan seluas 16 are disulap menjadi lokasi budidaya ikan nila beromzet puluhan juta rupiah dalam sebulan. Sabtu, (8/7/2023).

Sumber air yang bagus, mengandung plankton, yaitu pakan alami ikan nila. Anda bisa memastikan kekeruhan air terjaga dengan menggunakan secchi disk.

Biasanya angka kecerahan menunjukkan 20 sampai 30 cm.

4. Jangan langsung menggunakan kolam

Kolam yang sudah dibuat baiknya juga tidak langsung digunakan. Pengisian air kolam lebih baik dilakukan secara bertahap agar termineralisasi dengan baik.

Air yang sehat dan siap digunakan terlihat dari adanya jentik serangga, cacing, atau anak seafood di dasar kolam.

Dua minggu sebelum digunakan, keringkan dan jemur dasar kolam selama beberapa hari. Bersihkan, cangkul, dan ratakan tanah dasar kolam.

Perbaiki pH tanah dasar kolam dengan memberi pupuk. Takarannya adalah kapur tohor (CaO) sebanyak 100 sampai 300 kg/ha atau kapur pertanian sebanyak 500 sampai 1.000 kg/ha untuk pH 

Beri pupuk kandang (organik) sebanyak 1 sampai 2 ton/ha dengan cara ditabur dan diaduk untuk memperbaiki kesuburan tanah.

Isi kolam dengan ketinggian air 5 sampai 10cm, lalu biarkan selama dua hingga tiga hari. Setelah itu, tambahkan air hingga ketinggian 75 sampai 100cm.

Ketika mulai muncul fitoplankton di air (berwarna kuning kehijauan), maka kolam sudah siap digunakan.


5. Gunakan teknik aklimatisasi saat menebar benih ikan nila

Setelah kolam siap digunakan, saatnya menebar benih ikan nila. Baiknya memakai teknik aklimatisasi supaya benih bisa menyesuaikan diri dengan media perairan dan tidak kaget dengan perbedaan suhu, tekanan, pH, salinitas, dan jumlah oksigen.

Kolam budidaya yang sudah ditebar benih jangan ditinggal begitu saja. Kondisi kolam perlu terus dijaga, diawasi, dan dirawat.

6. Jaga kualitas air kolam secara berkala

Lakukan pengujian parameter tertentu, seperti kadar oksigen. Jika menurun, cepat perbaiki dengan meningkatkan sirkulasi air. Apabila kadar asam sulfat dan amonia dalam air tidak seimbang, akan timbul bau busuk pada kolam.

Jika ini terjadi, maka ganti air kolam dengan air baru.

7. Cermat saat menebar benih

Umumnya ikan nila yang paling banyak dicari adalah yang berukuran 300 sampai 500 gram per ekor. Dengan penebaran benih ukuran 10 sampai 20 gram per ekor, biasanya membutuhkan waktu empat sampai enam bulan untuk panen ikan nila.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.