Konvoi Motor di Jalan Raya, Ini Kesalahan yang Harus Dihindari Bikers
Hasriyani Latif August 14, 2026 11:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Konvoi motor bersama komunitas bisa menjadi momen untuk mempererat silaturahmi sekaligus menikmati perjalanan bersama.

Namun, berkendara dalam rombongan membutuhkan disiplin lebih. 

Jika tidak dilakukan dengan tertib, konvoi justru dapat mengganggu pengguna jalan lain dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) melalui kampanye #Cari_Aman terus mengingatkan pentingnya etika berkendara, termasuk saat berada dalam rombongan.

Asmo Sulsel adalah main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah pemasaran Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon (Sulselbartra).

Diler utama yang merupakan bagian PT Astra Internasional Tbk ini aktif menggalakkan kampanye keselamatan berkendara dengan tagline #Cari_Aman. 

Program ini rutin menyasar berbagai kalangan untuk menekan angka kecelakaan serta menanamkan etika berlalu lintas.

Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi mengatakan setiap peserta konvoi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

"Konvoi bukan hanya soal kebersamaan, namun juga soal tanggung jawab di jalan raya," kata Habib di Makassar, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: 7 Tips Memilih Helm yang Tepat, Jangan Asal Murah atau Keren

Berikut sejumlah kesalahan yang perlu dihindari bikers saat konvoi:

1. Mengabaikan Jarak Aman

Berada dalam satu rombongan bukan berarti harus berkendara terlalu rapat.

Jarak aman antarmotor tetap harus dijaga.

Tujuannya agar pengendara memiliki ruang untuk mengerem atau menghindar saat kondisi darurat.

Formasi yang rapi juga membantu rombongan lebih mudah dikendalikan.

Pengendara sebaiknya tidak tiba-tiba berpindah posisi atau menyalip anggota rombongan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya gesekan antarkendaraan.

2. Tidak Menggunakan Leader dan Sweeper

Konvoi tanpa pembagian tugas yang jelas berpotensi membuat rombongan tidak teratur.

Karena itu, keberadaan leader dan sweeper penting dalam perjalanan.

Leader bertugas memimpin arah dan menjaga ritme perjalanan. 

Sementara sweeper berada di bagian belakang untuk memastikan tidak ada anggota rombongan yang tertinggal.

Komunikasi antarpeserta juga perlu dijaga agar setiap perubahan arah atau kondisi di jalan dapat diketahui anggota lainnya.

3. Mengabaikan Kondisi Motor

Sebelum berangkat, peserta konvoi perlu memastikan sepeda motor dalam kondisi layak jalan.

Salah satunya dengan mengecek fungsi lampu sein dan lampu rem.

Kedua komponen tersebut menjadi alat komunikasi visual dengan pengendara lain. 

Lampu yang tidak berfungsi dapat membuat pengguna jalan salah membaca gerakan motor dan meningkatkan risiko kecelakaan.

4. Menguasai atau Memblokir Jalan

Kesalahan lain yang harus dihindari adalah menganggap rombongan memiliki hak untuk menguasai jalan.

Konvoi tetap harus menghormati pengguna jalan lain. 

Jangan mengambil lajur secara tiba-tiba, menghalangi kendaraan lain, atau memaksakan diri lewati persimpangan.

Pengendara juga harus tetap mematuhi rambu lalu lintas.

"Kami mengajak seluruh komunitas dan pengendara Honda untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga etika berkendara, serta menjalankan konvoi yang tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," kata Habib.

5. Mengabaikan Perlengkapan Keselamatan

Kesalahan terakhir yang tidak boleh dianggap sepele adalah berkendara tanpa perlengkapan yang memadai.

Peserta konvoi wajib menggunakan helm berstandar SNI. 

Juga dianjurkan menggunakan jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Perlengkapan tersebut membantu memberikan perlindungan ketika terjadi insiden di jalan.

"Dengan berkendara secara tertib, konvoi tetap bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa mengorbankan keselamatan maupun kenyamanan pengguna jalan lainnya," jelas Habib.

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.