Grid.ID - Persoalan nafkah anak tengah menjadi sorotan selama proses hukum Ruben Onsu dan Sarwendah. Pihak Ruben menegaskan bahwa urusan nominal bukan menjadi kendala selama kebutuhan anak disampaikan secara jelas.
Kuasa hukum Ruben bahkan menyebut sang presenter siap memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa harus ditagih. Ruben sendiri hanya butuh rincian mengenai kebutuhan yang harus dipenuhi agar pemberian nafkah bisa berjalan dengan jelas.
“Jadi kalau misalnya beberapa waktu ini tidak diberikan kan, ini bukan bicara masalah sanggup nggak sanggup,”kata kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayangsaat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (12/8/2026).
Pihak Ruben menilai urusan finansial bukan persoalan yang perlu diperdebatkan dalam pembahasan nafkah anak. Yang menjadi perhatian yaitu bagaimana kebutuhan tersebut dapat disampaikan secara rinci kepada Ruben.
Karena itu, pihak Ruben Onsu disebut masih menunggu terkait rincian kebutuhan anak-anaknya. Dengan adanya rincian tersebut, Ruben disebut siap memenuhi nominal yang memang diperlukan.
“Saya sudah katakan berulang-ulang itu bahwa disampaikan dan didiskusikan perinciannya mana?” lanjut Minola.
Menurut kuasa hukum Ruben, adanya rincian akan membuat pemberian nafkah menjadi lebih terarah. Ruben juga dapat mengetahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi tanpa harus menunggu adanya permintaan setiap kali biaya diperlukan.
Komitmen tersebut dianggap menjadi salah satu bentuk tanggung jawab Ruben sebagai seorang ayah. Baginya, kebutuhan anak-anak tetap menjadi perhatian utama.
“Biar kalaupun misalnya nggak ditagih, kita bisa bayarkan,” jelas Minola mengenai komitmen Ruben.
Pihak Ruben juga menilai keterbukaan mengenai kebutuhan anak dapat mencegah adanya kesalahpahaman di kemudian hari. Dengan rincian yang jelas, setiap pihak bisa mengetahui apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi.
Namun, persoalan tersebut kemudian kembali dikaitkan dengan proses mediasi yang tengah berjalan. Pihak Ruben menyayangkan informasi mengenai pembahasan internal tersebut justru keluar dan menjadi konsumsi publik.
Menurutnya, persoalan yang diberikan mediator seharusnya diselesaikan secara internal terlebih dahulu. Pihak Ruben sampai mempertanyakan apa urgensi masyarakat, hingga diberitahu informasi internal selama mediasi.
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, pihak Ruben berharap persoalan nafkah anak dapat diselesaikan secara jelas dan terbuka. Ruben disebut tetap siap memenuhi kebutuhan anak-anaknya, sementara rincian kebutuhan menjadi hal yang masih ditunggu oleh pihaknya.