4 Populer Sumbar: Tabrakan Maut di Pessel dan Pauh Kamba hingga Bantahan Pengacara AKBP F
afrizal August 15, 2026 09:27 AM

Di antaranya pelajar tewas terlindas truk tangki di Pesisir Selatan, truk hilang kendali di Pauah Kamba Padang Pariaman tewaskan 3 orang, Bukit Solok Bio-Bio terbakar hingga pengacara AKBP F bantah pelecehan Polwan di Polda Sumbar. 

1. Kecelakaan Maut Sepeda Motor vs Truk Tangki BBM

Kecelakaan maut melibatkan sepeda motor dan truk tangki Pertamina terjadi di Simpang Bandes Rimbo Panjang, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (14/8/2026).

Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun meninggal dunia setelah terlindas ban belakang truk tangki Pertamina.

Kapolsek Linggo Sari Baganti, Iptu Wira Satria, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Menurutnya, kecelakaan melibatkan truk tangki Pertamina merek Hino yang dikemudikan oleh inisial JA, dan sepeda motor Honda Vario warna hitam yang dikendarai oleh AFR.

Baca juga: 4 Populer Padang Mentawai Fast Kandas di Muaro, Pelajar Hanyut di Batang Arau

Truk Hendak Mendahului Motor

Wira menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, truk tangki Pertamina dan sepeda motor Vario melaju searah dari arah Padang.

Sesampainya di kawasan Simpang Bandes Rimbo Panjang, Nagari Punggasan, truk tangki tersebut hendak mendahului sepeda motor yang berada di depannya. Namun, pada saat bersamaan, pengendara sepeda motor diduga berbelok ke kanan.

"Ketika mobil tangki Pertamina hendak mendahului sepeda motor Vario warna hitam, saat bersamaan sepeda motor tersebut berbelok ke kanan," katanya.

Akibatnya, sepeda motor tersebut tersenggol oleh truk tangki Pertamina

Selengkapnya KLIK DI SINI

2. Tiga Orang Tewas Akibat Truk Hilang Kendali

Tabrakan maut terjadi di Jalan Lintas Pariaman-Lubuk Alung, tepatnya di Korong Rimbo Sidulang-dulang, Nagari Pauah Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (14/8/2026) dini hari.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil Truck Cold Diesel BA 8744 QC dengan dua sepeda motor Honda Vario.

Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Iptu Atissa Dwi Putri, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.20 WIB.

Baca juga: Pilu! Tangis Ayu Pecah Saat Memeluk Seragam Anaknya yang Hanyut di Batang Arau: "Kembalilah Jojo"

Atissa mengatakan, laporan kecelakaan tersebut diterima pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Berdasarkan laporan, kejadian berawal ketika mobil Truck Cold Diesel BA 8744 QC melaju dari arah Pariaman menuju arah Lubuk Alung dengan kecepatan sedang," kata Atissa.

Truk Hilang Kendali

Menurutnya, saat tiba di lokasi kejadian, truk tersebut hilang kendali hingga bergerak ke kanan jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang dua sepeda motor Honda Vario.

Kedua kendaraan roda dua tersebut masing-masing bernomor polisi BM 4314 ACB dan BM 3334 QV.

"Sesampai di TKP, mobil hilang kendali ke kanan jalan dan bertabrakan dengan sepeda motor Honda Vario BM 4314 ACB dan Honda Vario BM 3334 QV yang datang dari arah berlawanan," ujarnya.

Selengkapnya KLIK DI SINI

3. Bukit Solok Bio-Bio Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Bukit Solok Bio-Bio, Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (13/8/2026) sore.

Kobaran api terlihat di tebing perbukitan dan sempat menyita perhatian publik setelah video kebakaran tersebut beredar luas di media sosial.

Dilihat TribunPadang.com dari video beredar, lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan permukiman warga di bagian bawahnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas pada saat itu. 

"Usai menerima laporan tim, Brigade SDH bersama BPBD dan Damkar Kabupaten Limapuluh Kota sudah berada di lokasi untuk proses pemadaman saat itu. Api saat ini sudah padam," ujar Ferdinal saat diwawancarai TribunPadang.com Jumat (14/8/2026).

Medan Terjal dan Minim Sumber Air Sempat Kendalikan Petugas
Ferdinal menjelaskan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala teknis.

Kondisi medan berupa tebing bukit yang curam membuat titik api sulit dijangkau. Selain itu, lokasi kebakaran juga jauh dari sumber air.

"Karena yang terbakar adalah tebing bukit, sehingga sedikit menyulitkan tindakan. Pas tim datang sedang penanganan, namun karena kondisi lapangan jauh dari sumber air, petugas harus menunggu suplai air menggunakan mobil damkar," kata Ferdinal.

Selengkapnya KLIK DI SINI

4.  Bantahan Pengacara AKBP F

Kuasa hukum mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kabiddokkes Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKBP F, Suharizal, buka suara terkait tuduhan pelecehan seksual yang menyeret kliennya, seorang perwira menengah Polri yang batal dilantik sebagai Kabiddokes Polda Sumbar.

Suharizal mengatakan, pihaknya selama ini memilih tidak memberikan keterangan kepada media meski telah menerima kuasa hukum sejak April 2026.

Keputusan untuk diam, kata dia, diambil atas pertimbangan menjaga nama baik institusi kepolisian selama proses penanganan perkara berlangsung.

Namun, setelah AKBP F batal dilantik sebagai Kabiddokes Polda Sumbar dan mendapat penugasan ke Mabes Polri, pihak keluarga akhirnya meminta kuasa hukum menyampaikan sisi lain dari perkara tersebut.

"Kali ini kami dari kuasa hukum memutuskan untuk pertama kalinya bicara dengan rekan media. Kami menerima kuasa itu kalau tidak salah tanggal 16 April 2026, di hari Pak D, orang tua dari Brigadir LWS yang menyampaikan laporan di SPKT Polda Sumbar," kata Suharizal kepada awak media, Kamis (13/8/2026). 

AKBP F Bantah Tuduhan Pelecehan

Suharizal menegaskan, sejak awal AKBP F membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Menurut dia, kliennya juga telah memberikan keterangan kepada penyidik dan menyatakan tidak pernah melakukan tindakan pelecehan seksual sebagaimana yang dilaporkan.

"Atas laporan itu, tuduhan itu, AKBP F dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak melakukan itu. Keterangannya di tingkat penyelidikan sudah menjelaskan itu," ujarnya.

Suharizal bahkan mengaku pihaknya menemukan sejumlah hal yang dinilai janggal dalam perkara tersebut.

Ia menyebut terdapat rangkaian peristiwa yang menurutnya perlu diperiksa secara utuh sebelum menyimpulkan AKBP F melakukan tindak pidana.

Selengkapnya KLIK DI SINI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.