Terasa hingga Makassar, BMKG: Gempa Flores Magnitudo 7,7 Berpotensi Tsunami 3 Meter
Nurhadi Hasbi August 15, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita atau 04.58 WIB.

Getaran gempa bumi tidak hanya dirasakan di wilayah NTT.

Guncangan bahkan terasa hingga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan sejumlah daerah lainnya di Sulsel.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi tersebut berpotensi menyebabkan gelombang tsunami hingga tiga meter.

Baca juga: BMKG Catat 15 Gempa Kecil Guncang Sejumlah Wilayah Sulawesi Hari Ini, Tiga Kali Terjadi di Mamasa

Baca juga: BMKG Catat Tiga Gempa Kembali Guncang Mamasa Hari Ini Kamis 13 Agustus 2026

Gempa bumi juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk hotel, fasilitas pemerintahan, dan rumah warga.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, episenter gempa berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Lokasi episenter tercatat pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur.

BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Flores berada jauh dari Makassar.

Namun, laut dan struktur geologi tidak mengenal batas administrasi.

Tsunami Diperkirakan hingga 3 Meter

Ancaman tsunami dengan status Siaga diperkirakan memiliki ketinggian 0,5 meter hingga 3 meter.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, Manggarai bagian utara diperkirakan mengalami waktu tiba gelombang tsunami pada pukul 05.02 WIB.

Gelombang tsunami juga diperkirakan tiba di Ngada bagian utara sekitar pukul 05.02 WIB, Ende pada pukul 05.05 WIB, dan Flores Timur pada pukul 05.15 WIB.

Sementara itu, untuk Provinsi Sulawesi Selatan, gelombang tsunami diperkirakan tiba di Jeneponto pada pukul 05.13 WIB.

Selain wilayah berstatus Siaga, BMKG mencatat sejumlah daerah masuk dalam status Waspada dengan potensi tsunami kurang dari 0,5 meter.

Di Nusa Tenggara Barat, gelombang tsunami diperkirakan tiba di Bima pada pukul 05.12 WIB dan Dompu pada pukul 05.19 WIB.

Adapun di Provinsi Sulawesi Selatan, tsunami diperkirakan tiba di Wajo pada pukul 06.01 WIB.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

BMKG menyampaikan peringatan dini kepada pemangku kepentingan dan masyarakat sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

Peringatan Dini 1 diterbitkan pada pukul 05.00 WIB atau sekitar 2 menit 16 detik setelah gempa bumi.

Kemudian, Peringatan Dini 2 diterbitkan pada pukul 05.09 WIB untuk memastikan pemangku kepentingan dan masyarakat dapat merespons potensi ancaman tsunami dengan cepat.

Selain potensi tsunami, BMKG menghitung tingkat guncangan gempa melalui estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas VII MMI di Aesesa, Riung, dan Kota Mbay.

Guncangan tersebut menyebabkan warga berhamburan keluar rumah dan dilaporkan memicu kerusakan ringan pada sejumlah bangunan.

Sementara itu, getaran gempa dengan intensitas VI MMI dirasakan di Wolowae dan Bajawa.

Intensitas tersebut menunjukkan guncangan dirasakan oleh seluruh penduduk. Banyak warga terkejut dan berlari keluar rumah.

Ada pula wilayah yang merasakan getaran dengan intensitas V MMI, di antaranya Ende, Borong, dan Ruteng.

Guncangan dengan intensitas V MMI umumnya dirasakan hampir semua penduduk dan membuat banyak orang terbangun.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan ketinggian tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata Wijayanto dalam konferensi pers daring, Sabtu.

BMKG Minta Warga Tak Panik

Peringatan tsunami merupakan peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan alasan untuk panik.

Masyarakat di wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga Barru, Sulawesi Selatan.

"Saya sama istri dan anak-anak langsung lari keluar ketika merasakan guncangan gempa," ujar Abdul Azis, warga Jalan Abdul Muis, Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Barru, kepada Tribun-Timur.com melalui WhatsApp.

"Pagar rumahnya goyang. Kabel listrik depan rumah juga bergerak," katanya menambahkan.

Getaran Kuat Terasa hingga Lombok

Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dirasakan hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (15/8/2026) subuh.

Getaran yang cukup kuat membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Seperti warga di Perumahan Grand Kodya, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram.

Mereka dikejutkan dengan getaran yang cukup besar sehingga keluar rumah.

Sekitar lima menit kemudian, situasi berangsur normal dan warga kembali masuk ke dalam rumah.

Septia, salah seorang warga di Mataram, mengaku merasakan guncangan yang cukup kuat saat baru saja bangun.

Getaran terasa mengayun selama beberapa detik hingga menggoyangkan sejumlah perabotan rumah.

"Besar sekali, otomatis langsung lari keluar rumah ajak keluarga," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Guncangan gempa yang sama juga dirasakan warga Lombok di beberapa daerah.

Mereka mengaku terkejut dengan guncangan pada pagi hari itu. Seperti warga di Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.

Termasuk di wilayah Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.58 Wita atau 04.58 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,35 LS dan 121,37 BT, tepatnya di laut pada jarak sekitar 36 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG pun telah mengeluarkan peringatan dini tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus memantau informasi resmi terkait potensi gempa susulan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.