TRIBUNSELAYAR.COM, BONERATE – Warga pesisir di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Warga yang mengungsi terutama berada di wilayah kepulauan, termasuk Kecamatan Pasimarannu.
Di Bonerate, warga dilaporkan meninggalkan rumah menuju dataran lebih tinggi untuk mengantisipasi potensi tsunami.
Kecamatan Pasimarannu merupakan wilayah kepulauan Selayar yang berbatasan dengan perairan NTT.
Humas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre, membenarkan adanya laporan warga yang memilih mengungsi.
"Masyarakat berlarian naik ke gunung pascagempa M7,7 di NTT," kata Suardi Andre.
Baca juga: Usai Gempa Bumi 7,7 SR di Flores NTT, BMKG Umumkan Jeneponto Siaga dan Wajo Waspada Tsunami
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu sekitar pukul 05.58 Wita.
Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di laut dengan kedalaman 15 kilometer.
Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.
Getaran gempa juga dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Benteng yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain Selayar, guncangan gempa turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Bulukumba dan Sinjai.
Warga di wilayah pesisir Selayar pun memilih menjauh dari permukiman dan menuju tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.