TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Suasana Kantor Kampung Waigo, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Jumat (14/8/2026), tampak berbeda.
Ruangan dipenuhi peralatan dapur dan aktivitas mama-mama yang sibuk mengolah aneka makanan. Sebagian duduk melingkar sambil membentuk adonan, sementara yang lain menggoreng camilan.
Aroma makanan menyeruak hingga halaman Kantor Kampung.
Di atas meja, berbagai hasil olahan tersusun dalam kemasan plastik bening. Ada keripik, kue dan aneka jajanan yang telah diberi label sederhana.
Kegiatan tersebut merupakan demo pembuatan makanan dan kue berbahan lokal yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sorong Selatan bagi perempuan Papua di Kampung Waigo.
Ketua GOW Sipora Hombore mengatakan, kegiatan dipusatkan di Distrik Wayer sebagai salah satu wilayah penghasil sumber pangan lokal melimpah.
“Kami memberikan keterampilan kepada mama-mama agar mampu mengolah bahan yang tersedia di sekitar mereka,” ujarnya.
Selain memanfaatkan Pisang dan Keladi, dalam pelatihan tersebut, mama-mama diperkenalkan dengan sekitar 10 resep makanan dan kue sederhana.
Di antaranya donat, bolu, roti goreng, panada dan berbagai jajanan lainnya.
Baca juga: Dukung Ekonomi Lokal, Warga Sorong Diajak Beli dan Gunakan Noken Karya Mama-Mama Papua
Baca juga: Semangat Mama-Mama Papua Menjaga Noken, Merawat Identitas Bangsa dari Tanah Moi
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembuatan kue untuk kebutuhan perjamuan dalam kegiatan ibadah.
"Dengan kesempatan ini kami latih mereka juga untuk membuat itu sehingga tidak harus lari ke kota untuk memesan atau membeli," katanya.
Menurut dia, keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Kegiatan diharapkan mendorong mama-mama terus berlatih dan memproduksi makanan di rumah sehingga dapat dijual dan membantu menambah pendapatan keluarga.
Peserta yang mengikuti kegiatan awalnya ditargetkan sebanyak 30 orang. Namun, antusiasme warga membuat jumlah peserta bertambah menjadi sekitar 35 orang.
Semangat peserta terlihat sepanjang kegiatan. Lengkap mengenakan penutup kepala dan sarung tangan, mama-mama bergantian mengolah adonan, membentuk makanan, hingga menggorengnya.
Baca juga: Polresta Sorong Kota Kerahkan 280 Personel Kawal Demonstrasi Pedagang Mama Papua
Baca juga: Elisa Kambu Temui Mama-mama Papua Usai 3 Hari Demo, Singgung Dana Rp6 Miliar
Pelatih pembuatan kue berasal dari pengurus GOW. Pelatih tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan di Provinsi Papua Barat Daya pada 2023 yang diutus oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sorong Selatan.
Salah satu peserta Bilce Homer mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mama-mama yang selama ini sebagian besar beraktivitas sebagai ibu rumah tangga dan berkebun.
"Kami bangga, senang karena adanya kegiatan ini, sehingga kami mampu mengaplikasikannya di rumah. Juga hasil kebun bisa menjadi produk bari bernilai jual," katanya.
Ia berharap keterampilan mengolah hasil kebun dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. (tribunsorong.com/astri)