TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk menangani kebakaran dalam skala kecil, Desa Sumerta Kelod membuat inovasi kendaraan pemadam.
Kendaraan moci atau motor cikar yang sebelumnya digunakan menyemprot taman dimodifikasi menjadi pemadam kebakaran (damkar) mini.
Perbekel Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana mengatakan, inovasi tersebut berawal dari pemetaan potensi kerawanan wilayah.
Desa Sumerta Kelod yang berada di kawasan pusat perkantoran Provinsi Bali dinilai memiliki sejumlah potensi bencana, termasuk pohon tumbang dan banjir.
Baca juga: Dampak El Nino Godzilla di Bali, Damkar Bangli Bersiaga, Jembrana Alami Kesulitan Air Bersih
"Pertama membentuk relawan, khususnya tim siaga bencana untuk mengatasi pohon tumbang dan banjir," ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2026.
Seiring berjalannya waktu, kejadian kebakaran juga cukup banyak ditemukan.
Salah satunya dipicu pembakaran sampah serta tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi tersebut mendorong pihak desa memodifikasi kendaraan moci penyemprotan taman menjadi kendaraan khusus penanganan kebakaran.
Kendaraan itu disiapkan sebagai langkah pencegahan dini sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kapasitas tangki kendaraan tersebut sekitar 650 liter.
Kapasitas itu dinilai cukup untuk menangani kebakaran dalam skala kecil.
Untuk sumber air, pengisian dapat dilakukan di Kantor Desa Sumerta Kelod.
Selain itu, terdapat sumber air di kawasan Badak Agung yang dapat dimanfaatkan melalui koordinasi dengan PDAM.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Triana, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Sumerta Kelod tersebut.
"Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk tahap awal, terutama yang aksesnya kecil-kecil,” katanya.
Keberadaan kendaraan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan awal sambil menunggu armada pemadam kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi.
Dengan penanganan lebih awal, penyemprotan maupun upaya pemadaman dapat segera dilakukan sehingga kerugian maupun risiko terhadap keselamatan jiwa akibat bencana dapat ditekan.
Disinggung terkait mobil pemadam mini yang direncanakan akan didistribusikan ke masing-masing kecamatan, Triana rencana tersebut telah diwacanakan sejak 2024.
Kendaraan damkar berukuran kecil itu merupakan hibah dari negara Denmark kepada pemerintah Indonesia.
Pihaknya terus menindaklanjuti agar hibah tersebut dapat segera diteruskan kepada Pemkot Denpasar.
Sejumlah persyaratan juga telah dilengkapi, termasuk kesepakatan dari pemerintah kota dan Wali Kota Denpasar serta data relawan yang telah dibentuk.
Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar telah memiliki sekitar 200 relawan yang telah mendapatkan pelatihan.
Para relawan tersebut disiapkan untuk melakukan penanganan awal kebakaran sekaligus membantu petugas di lapangan. (*)