Kapolres Lampung Tengah Cek Jembatan Putus di Tanjung Ratu Ilir
Reny Fitriani August 15, 2026 11:40 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon melakukan pengecekan kondisi jembatan putus di Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan.

Baca Juga: ‘Kami Cuma Mau Tanah’ Warga Anak Tuha Lampung Tengah Bertahan di Lahan Sengketa PT BSA

Kehadiran Polres Lampung Tengah di jembatan yang hampir ambruk karena insiden kecelakaan tersebut bertujuan untuk melihat langsung dampak terputusnya akses penghubung bagi masyarakat.

Kapolres Lampung Tengah mengatakan, jembatan tersebut diketahui memiliki panjang sekitar 65 meter dengan lebar 2,5 meter dan menghubungkan Kampung Tanjung Ratu Ilir dengan Kampung Purnama Tunggal. 

Jembatan yang dibangun sejak tahun 1973 itu selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.

"Dari hasil peninjauan kami, putusnya jembatan tersebut berdampak terhadap berbagai aktivitas warga, termasuk akses pelajar menuju sekolah, masyarakat yang bekerja di sejumlah pabrik di kawasan Kampung Tanjung Ratu, serta pelayanan fasilitas kesehatan dan aktivitas SPPG Purnama Tunggal," ujar kapolres, Sabtu (15/8/2026).

Saat berbincang dengan sejumlah warga setempat, sedikitnya sekitar 190 pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA terdampak akibat terputusnya akses tersebut.

Selain itu, lanjutnya, sekitar 1.000 pekerja yang selama ini menggunakan jalur tersebut juga turut terdampak.

Akses jembatan tersebut sebelumnya mampu memangkas waktu perjalanan masyarakat hingga sekitar 45 menit, sehingga keberadaannya dinilai cukup vital dalam menunjang mobilitas warga di kedua wilayah.

Selain itu, terputusnya jembatan juga mengganggu akses tiga sekolah dasar di Kampung Tanjung Ratu Ilir yang menerima manfaat dari SPPG Purnama Tunggal serta akses menuju Puskesmas Pembantu Tanjung Ratu Ilir.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menyampaikan bahwa hasil pengecekan di lapangan akan segera dilaporkan kepada Kapolda Lampung sebagai bahan informasi dan tindak lanjut.

"Kami sudah melihat langsung kondisi jembatan di lapangan. Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, baik pelajar maupun pekerja. Dampaknya cukup besar karena menghubungkan dua wilayah dan memangkas waktu tempuh masyarakat," ujar AKBP Charles.

Kapolres menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencari solusi atas kondisi tersebut, termasuk menyampaikan usulan pembangunan kembali jembatan agar akses masyarakat dapat kembali normal.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan menyampaikan kondisi ini kepada pimpinan. Harapannya, ada langkah penanganan dan solusi terbaik sehingga aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan para pekerja, dapat kembali berjalan dengan baik," imbuhnya.

Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, terutama apabila terdapat kebutuhan pengaturan lalu lintas maupun pengamanan di sekitar lokasi terdampak.

"Yang paling penting saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kami akan terus memonitor kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganannya dapat segera dilakukan," pungkasnya.

Diketahui, dalam pengecekan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas, AKP Glend Felix Siagian, Kasat Reskrim, AKP Muhammad Prenanta Alghazali, serta Kapolsek Way Pengubuan, Iptu Bayu Z. Ogara.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.