Gempa Dahsyat M 7,7 Picu Longsor, Jalur Ende-Bajawa Putus Total, 6 Orang Meninggal
Eko Setiawan August 15, 2026 11:42 AM


TRIBUNBATAM.id, ENDE 
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB. Gempa tersebut juga memicu peringatan dini potensi tsunami.

Pusat gempa berada di koordinat 8,33 Lintang Selatan (LS) dan 121,32 Bujur Timur (BT), sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Guncangan cukup kuat dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Flores, termasuk Kabupaten Ende.

Dampak gempa mulai dirasakan di wilayah daratan. Salah satunya berupa tanah longsor yang menutup badan jalan Trans Flores yang menghubungkan Ende-Bajawa.

Longsor dilaporkan terjadi tepatnya di kawasan Nangaba. Material tanah dan batu menimbun badan jalan hingga membuat akses transportasi terputus total.

Ali, warga Kabupaten Ende, mengatakan ruas jalan dari arah Barai menuju Nangaba tidak dapat dilalui kendaraan akibat material longsor.

"Arah Barai-Nangaba Ende akses putus total. Timbunan material longsor menutupi badan jalan. Semoga dinas atau pihak terkait segera memperbaikinya. Terima kasih," ujar Ali.

Akibat longsor tersebut, kendaraan dari arah Ende menuju Bajawa maupun sebaliknya tidak dapat melintas. Kondisi ini membuat akses transportasi masyarakat di jalur Trans Flores Ende-Bajawa lumpuh sementara.

Tak hanya di Nangaba, informasi yang dihimpun juga menyebutkan adanya longsor di kilometer 17 arah timur Kota Ende.

Hingga kini, kondisi sejumlah ruas jalan terdampak longsor masih dalam pemantauan. Masyarakat diimbau berhati-hati saat melintas karena kondisi lereng berpotensi kembali mengalami longsor, terutama setelah diguncang gempa.

Enam Orang Tewas

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengguncang sejumlah wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Dampak gempa tersebut mulai dirasakan serius di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Pemerintah kecamatan sementara mencatat sedikitnya enam orang meninggal dunia akibat gempa.

Informasi tersebut disampaikan Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, Sabtu pagi.

"Untuk sementara yang sudah pasti itu enam orang meninggal, ini berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan para kepala desa," ujar Agustinus.

Namun, jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah. Pasalnya, sejumlah warga dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan yang runtuh akibat guncangan gempa.

Menurut Agustinus, proses pendataan dan komunikasi dengan pemerintah desa masih mengalami kendala. Listrik padam di sejumlah wilayah sehingga jaringan komunikasi ikut terganggu.

"Masih ada yang terjebak dalam bangunan yang runtuh akibat gempa bumi ini. Sebagian kepala desa juga belum bisa dikonfirmasi karena posisi listrik padam sehingga hilang sinyal, apalagi potensi mendung saat ini," katanya.

Hingga kini, pemerintah kecamatan juga belum mengetahui identitas keenam korban yang meninggal dunia.

Agustinus mengatakan, dirinya bersama warga masih berada di lokasi pengungsian di daerah pegunungan. Mereka memilih meninggalkan wilayah permukiman setelah adanya peringatan dini dari BMKG terkait potensi tsunami pascagempa.

"Kami belum bisa tahu identitas korban jiwa karena saat ini kami semua mengungsi di gunung karena ada peringatan dini dari BMKG berpotensi tsunami," ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara pun telah meminta seluruh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pesisir, untuk segera menjauh dari pantai dan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menyusul peringatan dini BMKG terkait potensi tsunami setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores.

Sementara itu, proses pendataan korban dan dampak kerusakan masih terus dilakukan. Pemerintah kecamatan masih berupaya menghubungi seluruh kepala desa untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi warga serta kemungkinan adanya korban tambahan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.