Jadi Penumpang Mentawai Fast Kandas, Ketua KONI Sumbar Ungkap yang Terjadi Dalam Kapal
afrizal August 15, 2026 12:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menjadi salah satu penumpang kapal cepat Mentawai Fast yang kandas di kawasan pintu masuk Muaro Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/8/2026) sore.

Hamdanus berada di dalam kapal bersama rombongan KONI dan Pemprov Sumbar saat kapal tersebut kandas sekitar pukul 17.50 WIB.

Ia mengaku sempat melihat kepanikan sejumlah penumpang ketika kapal kandas.

Menurutnya, kepanikan tersebut wajar karena tidak semua penumpang terbiasa menghadapi situasi seperti itu saat berada di kapal.

"Ada yang nangis-nangis juga. Itu, biasa. Tergantung pengalaman di kapal juga. Kalau yang sudah biasa pasti tenang, tapi yang baru pasti panik," kata Hamdanus kepada TribunPadang.com usai berhasil dievakuasi dari kapal.

Baca juga: Nasib Mahasiswa KKN Asal Jogja Tertahan di Padang Seusai Mentawai Fast Kandas

Hamdanus menyebut kondisi cuaca saat perjalanan dari Mentawai menuju Padang juga sudah tidak bersahabat.

"Dari Mentawai tadi di perjalanan terjadi hujan dan badai," ungkapnya.

Menurut Hamdanus, kondisi tersebut kemudian turut memengaruhi perjalanan kapal saat hendak memasuki Muara Padang.

"Kandasnya karena pengaruh cuaca. Itu karena dipengaruhi badai yang membuat gelombang laut cukup tinggi. Sehingga saat kapal mau merapat ke pinggir kapal kandas," tegasnya.

KAPAL KANDAS- Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menjadi salah satu penumpang Mentawai Fast yang kandas di kawasan pintu masuk Muaro Padang, Kota Padang, Jumat (14/8/2026). Hamdanus mengaku sempat melihat sejumlah penumpang panik dan menangis saat kapal kandas. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Berangkat ke Mentawai Bersama Rombongan KONI dan Pemprov

Hamdanus menjelaskan, dirinya berangkat ke Mentawai bersama 15 orang yang merupakan perwakilan KONI dan Pemprov Sumbar.

Rombongan tersebut datang ke Mentawai untuk melihat persiapan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

"Kegiatan kami ke Mentawai untuk melihat kesiapan tuan rumah Mentawai untuk Porprov. Itu ada 15 orang di kapal yaitu dari KONI dan Pemprov," jelasnya.

Saat perjalanan pulang menuju Padang itulah, Hamdanus dan rombongan menjadi bagian dari penumpang Mentawai Fast yang harus menghadapi kondisi cuaca buruk hingga kapal akhirnya kandas.

Baca juga: Ada 85 WNA Dalam Kapal Mentawai Fast yang Terdampar di Muaro Padang

294 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kapal Mentawai Fast yang kandas akhirnya berhasil dievakuasi setelah hampir tiga jam proses penarikan.

Kapal berhasil ditarik hingga ke dermaga pada pukul 20.54 WIB dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, BPBD, pihak Mentawai Fast, serta warga sekitar.

Berdasarkan manifest, terdapat 294 penumpang di dalam kapal tersebut.

Rinciannya yakni 120 penumpang dewasa, 20 anak-anak, 59 dewasa WNA, serta 12 anak-anak WNA.

Sementara untuk kategori VIP terdapat 16 orang dewasa dan tiga anak-anak WNI, serta 58 dewasa WNA dan enam anak-anak WNA.

Selain penumpang, terdapat pula 12 orang anak buah kapal (ABK).

Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah hujan badai dan gelombang besar yang melanda kawasan pintu masuk Muaro Padang.

Kapal Mentawai Fast dievakuasi dengan cara ditarik atau ditowing menggunakan kapal Mentawai Fast lainnya menuju dermaga.

Proses penarikan sempat terkendala gelombang yang cukup tinggi. Kapal membutuhkan waktu sekitar 20 menit sejak ditarik hingga akhirnya mendekati dermaga.

Kapal beberapa kali terlihat bergoyang cukup hebat akibat dihantam gelombang. Sejumlah penumpang tampak berupaya berpegangan pada bagian kapal untuk menjaga keseimbangan.

Di dermaga, puluhan personel gabungan dari unsur Polri, Basarnas, dan BPBD turut membantu menarik tali untuk mengarahkan kapal agar dapat bersandar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan evakuasi melibatkan seluruh unsur terkait.

"Evakuasi dilakukan seluruh unsur stakeholder. Tadi sempat terkendala namun kapal berhasil dievakuasi dengan cara ditowing dengan kapal Mentawai Fast yang lain," kata Abdul Malik kepada wartawan di lokasi.

Menurut Abdul Malik, proses penarikan kapal sempat mengalami kendala akibat pendangkalan di pintu muara.

"Kendala itu karena ada pendangkalan di pintu muara. Sementara air pasang juga belum ada. Namun selama proses evakuasi hampir tiga jam itu saat ditowing air pasang sudah ada. Sehingga kapal berhasil dievakuasi," jelasnya.

Para penumpang kemudian tampak antusias dan bertepuk tangan setelah kapal berhasil dievakuasi.

Usai turun dari kapal, beberapa penumpang terlihat mendapat bantuan dari tim medis untuk berjalan meninggalkan kapal.

Kapal Terbawa Angin dan Propeller Kena Batu

Manager Mentawai Fast, Riswan Ari Bayu, mengatakan perjalanan kapal dari Tuapejat menuju Padang sebelumnya berlangsung dalam kondisi baik.

Namun, saat kapal mendekati pintu Muara Padang, kapal dihantam angin kencang.

"Jadi itu dalam keadaan dari Tuapejat ke Padang dalam keadaan baik-baik saja. Setelah sampai di pintu Muara Padang, kena hempas angin. Pas kena angin itu, angin kencang, di situlah kapal ini terbawa angin," kata Riswan.

Riswan menjelaskan, kapal kemudian terbawa angin dan hempasan gelombang hingga keluar dari jalur yang seharusnya dan akhirnya kandas.

Bagian bawah kapal juga diketahui terkena batu sehingga propeller kapal mengalami gangguan dan tidak dapat berfungsi.

"Kandasnya itu bisa kena batu karena dihempas ombak dari laut. Propeller pun sudah kena batu, jadi tidak bisa berfungsi lagi," ujarnya.

Riswan memastikan seluruh penumpang dalam kondisi aman dan selamat.

"Penumpang saat itu 294 orang, ABK 12 orang. Alhamdulillah sampai saat ini seluruh penumpang aman dan selamat," katanya.

Terkait keberadaan WNA, Riswan menyebut data tersebut tercantum dalam manifest penumpang. Namun, ia mengaku belum melakukan pengecekan jumlah pasti WNA yang berada di kapal saat insiden.

"Untuk WNA ada, semua tertera di manifest. Untuk jumlah pastinya saya belum cek manifest," jelasnya.

Mentawai Fast Hentikan Operasional Sementara

Pasca-insiden, pihak Mentawai Fast memutuskan menghentikan sementara operasional armadanya.

Riswan mengatakan seluruh armada akan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya aman sebelum kembali beroperasi.

"Untuk ke depannya, seminggu atau dua minggu ke depan kita periksa armada masing-masing dulu. Kita tidak beroperasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, Mentawai Fast 2 turut membantu proses penyelamatan Mentawai Fast 1 yang mengalami kandas.

"Mentawai Fast 2 menyelamatkan armada Mentawai Fast 1 tadi. Kita coba cek kedua armada kita juga," katanya.

Terkait kerusakan kapal, pihak Mentawai Fast belum dapat memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh.

Pemeriksaan lebih detail terhadap kondisi kapal baru akan dilakukan pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

"Untuk masalah kerusakan di kapal, besok pagi baru bisa pengecekan secara menyeluruh," ujarnya.

Riswan menegaskan, insiden kapal kandas tersebut terjadi akibat kondisi cuaca, khususnya angin kencang dan hempasan gelombang saat kapal hendak memasuki Muara Padang.

"Karena cuaca," tegasnya.

Teks foto: Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menjadi salah satu penumpang Mentawai Fast yang kandas di kawasan pintu masuk Muaro Padang, Kota Padang, Jumat (14/8/2026). Hamdanus mengaku sempat melihat sejumlah penumpang panik dan menangis saat kapal kandas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.