Nasib Mahasiswa KKN Asal Jogja Tertahan di Padang Seusai Mentawai Fast Kandas
afrizal August 15, 2026 12:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Operasional kapal cepat Mentawai Fast resmi dihentikan sementara waktu pasca-insiden kandasnya Kapal Motor (KM) Mentawai Fast 1 di kawasan pintu Muara Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (14/8/2026) sore.

Langkah penghentian operasional ini berdampak langsung pada calon penumpang yang menggantungkan moda transportasinya untuk menyeberang ke Kepulauan Mentawai, termasuk para mahasiswa yang hendak menjalankan program pengabdian masyarakat.

Salah seorang calon penumpang, Faza, mengungkapkan kekecewaannya lantaran jadwal keberangkatannya terpaksa batal akibat penghentian mendadak operasional kapal tersebut.

Mahasiswa asal Yogyakarta yang hendak melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Mentawai ini menuturkan bahwa dirinya bersama rombongan sejatinya dijadwalkan menyeberang pada Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Ada 85 WNA Dalam Kapal Mentawai Fast yang Terdampar di Muaro Padang

Membawa Logistik Penting untuk Tim KKN

Faza menjelaskan, rombongan KKN dari kampusnya sebenarnya dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan.

Gelombang pertama yang diisi oleh sebagian anggota tim telah lebih dulu berlayar dan tiba di Mentawai pada Kamis lalu.

"Untuk KKN ada dua kloter. Yang pertama sudah berangkat Kamis kemarin, dan hari ini kami berlima rencana berangkat membawa logistik," ujar Faza saat ditemui, Sabtu (15/8/2026).

Logistik yang dibawanya bersama empat rekannya tersebut amat vital bagi keberlangsungan kegiatan KKN.

Apabila rombongan kedua ini tidak berhasil menyeberang hari ini, rekan-rekan mereka yang sudah berada di lokasi tujuan berpotensi mengalami krisis persediaan barang dan kebutuhan pokok.

Baca juga: Kondisi Kapal Mentawai Fast 01 Pascakandas, Sudah di Dermaga dan Mulai Dibersihkan

BATAL- Calon penumpang menunjukkan tiket kapal cepat Mentawai Fast yang dijadwalkan berangkat hari ini. Seluruh penumpang batal berangkat karena manajemen Mentawai Fast menghentikan sementara operasional kapal pasca kandas, Jumat (14/8/2026) (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Beralih ke Pelabuhan Bungus demi Mencapai Tujuan

Akibat penghentian layanan armada Mentawai Fast, Faza dan rekannya langsung mengurus pengembalian tiket untuk mendapatkan refund dana pembayaran secara penuh.

Mereka pun bergerak cepat mencari opsi alternatif agar tidak tertahan lebih lama di Kota Padang.

Rencananya, rombongan mahasiswa ini akan mencoba peruntungan dengan beralih menumpang kapal penyeberangan lain melalui Pelabuhan Bungus.

Faza berharap cuaca di wilayah perairan Sumatera Barat tetap kondusif sehingga niat mereka menuju kawasan kepulauan tidak terkendala lagi.

Meskipun menyadari risiko perjalanan laut yang sempat diwarnai insiden kapal kandas sehari sebelumnya, Faza mengaku tidak merasa panik atau takut berlebihan.

Rasa tanggung jawab atas amanah KKN serta niat baik untuk mengabdi menjadi penguat mentalnya bersama rekan-rekan.

Ia optimistis selalu ada jalan keluar yang dimudahkan agar kebutuhan logistik tim dapat sampai di lokasi tepat waktu.

Manajemen Lakukan Pemeriksaan Total Seluruh Armada

Secara terpisah, pihak manajemen Mentawai Fast menegaskan bahwa keputusan menyetop operasional diambil demi mengutamakan keselamatan penumpang serta mematuhi prosedur kelaikan berlayar.

Manager Mentawai Fast, Riswan Ari Bayu, menyampaikan bahwa inspeksi menyeluruh akan memakan waktu setidaknya satu hingga dua pekan ke depan.

"Untuk ke depannya, seminggu ke depan atau dua minggu ke depan, kita periksa armada masing-masing dulu. Kita tidak beroperasi," tegas Riswan.

Penghentian ini tidak hanya diberlakukan untuk kapal yang mengalami insiden, tetapi juga menyasar seluruh unit armada yang dimiliki perusahaan.

KM Mentawai Fast 2 yang kemarin sempat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan KM Mentawai Fast 1 juga ikut dikandangkan sementara guna menjalani audit teknis.

Pemeriksaan komprehensif ini dianggap mendesak untuk memastikan tidak ada potensi kerusakan tersembunyi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran di masa mendatang.

Kronologi Terhempas Angin Kencang hingga Propeller Rusak

Mengenai kondisi fisik kapal pascakejadian, Riswan menyebutkan bahwa tim teknis baru bisa melakukan pengecekan detail kerusakan pada Sabtu pagi.

Berdasarkan kronologi kejadian pada Jumat sore, KM Mentawai Fast 1 sebenarnya telah menyelesaikan rute pelayaran dari Tuapejat menuju Padang tanpa kendala berarti di laut lepas.

Namun, situasi mendadak memburuk saat kapal mendekati muara dan bersiap untuk merapat ke dermaga.

Hantaman angin kencang yang datang secara tiba-tiba membuat kapal kehilangan kendali arah hingga terseret dan tersangkut di area dangkal pintu Muara Padang.

Kuatnya hempasan ombak dan angin memaksa lambung kapal bergeser hingga bagian propeller (baling-baling) menghantam gugusan batu di muara.

Kerusakan pada komponen propeller tersebut membuat sistem penggerak utama kapal tidak dapat difungsikan kembali secara normal.

306 Penumpang dan ABK Dipastikan Selamat

Meskipun insiden tersebut sempat memicu kepanikan, pihak manajemen memastikan seluruh jiwa yang berada di dalam kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Data manifes mencatat ada sebanyak 294 penumpang serta 12 anak buah kapal (ABK) yang berada di dalam KM Mentawai Fast 1 saat peristiwa itu terjadi.

"Alhamdulillah sampai saat ini seluruh penumpang aman dan selamat," tutur Riswan melegakan.

Mengenai keberadaan wisatawan asing atau WNA, Riswan membenarkan bahwa ada sejumlah warga negara asing yang terdaftar sebagai penumpang dalam pelayaran tersebut.

Untuk sementara waktu, fokus utama manajemen difokuskan pada evaluasi menyeluruh serta pemulihan kondisi armada sebelum memutuskan jadwal beroperasi kembali secara normal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.