Ducati Dapat Alarm dari Silverstone, Settingan Motor Marc Marquez Jadi Perhatian
Muhammad Nursina Rasyidin August 15, 2026 01:20 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat MotoGP Carlo Pernat menyoroti settingan motor Marc Marquez saat menjalani MotoGP Inggris 2026 yang dinilai menjadi salah satu penyebab pembalap Ducati tersebut kesulitan bersaing.

Pernat menilai persoalan Marquez di Silverstone tidak hanya berkaitan dengan gaya balapnya, tapi dipengaruhi oleh pengaturan motor Ducati yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Dalam analisisnya kepada Motor Valley, Pernat menyebut motor Marquez memiliki salah satu settingan terburuk dibandingkan motor Ducati lainnya yang turun di Silverstone.

"Settingannya adalah yang terburuk dari semua Ducati," ujar Pernat dalam analisisnya.

Pernat menegaskan bahwa penilaian tersebut bukan berarti Marquez tampil buruk. Justru MM93 masih merupakan salah satu pembalap terbaik di grid MotoGP.

"Ini bukan karena Marquez adalah pembalap terburuk, saya justru mengatakan dia yang terbaik, jadi ada sesuatu yang memang tidak bekerja," kata Pernat.

Baca juga: Juara Dunia MotoGP 2026: Aprilia Tak Mau Terlena, Massimo Rivola Waspadai Respons Ducati

Pasalnya Ducati selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu pabrikan paling dominan, tetapi performanya di Silverstone di bawah ekspektasi.

Settingan Marc Marquez Dibanding Alex Marquez

Pernat kemudian membandingkan kondisi motor Marquez dengan motor yang digunakan sang adik, Alex Marquez, yang tampil bersama Gresini.

Menurut Pernat, motor Alex memiliki kemampuan membelok yang lebih baik dibandingkan motor kakaknya, sehingga memberikan keuntungan sepanjang balapan.

"Jika dia (Alex) tidak melakukan kesalahan (di tikungan 1) itu, mungkin dia bisa finis di podium," ungkap Pernat.

Alex sendiri sempat berada dalam posisi kompetitif sebelum melakukan kesalahan yang membuat peluangnya untuk meraih hasil lebih baik menjadi hilang.

Pernat juga memahami bahwa Marquez mengubah gaya balapnya dalam perlombaan demi mengamankan poin.

"Dia mengubah gaya balapnya, kami sepakat, tetapi di sini memang motornya tidak tepat," tegas Pernat.

lihat foto
MARC MARQUEZ - Pembalap Ducati Lenovo asal Spanyol, Marc Marquez, ketika beraksi dalam agenda tes MotoGP 2026 Sepang di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 5 Februari 2026. (Foto: Ducati Lenovo)

Persoalan tersebut kemudian dikaitkan Pernat dengan perkembangan Ducati yang menurutnya tidak lagi sekuat ketika menggunakan motor 2024.

"Motor yang sebenarnya adalah model 2024," papar sang pengamat.

Menurut Pernat, kondisi tersebut membuat Ducati perlu memberikan perhatian lebih kepada Marquez sebagai salah satu tumpuan utama dalam perebutan gelar.

Aprilia Ancaman Serius Ducati

Di tengah persoalan Ducati, Pernat justru melihat Aprilia semakin berkembang dan menjadi ancaman serius dalam persaingan MotoGP 2026.

Performa Aprilia di Silverstone dinilai bukan sekadar keberuntungan karena pabrikan asal Noale tersebut mampu menunjukkan daya saing melalui sejumlah pembalapnya.

"Ini adalah sirkuit yang selalu disukai Aprilia," kata Pernat.

"Ini adalah motor yang bekerja dengan baik di mana saja dan untuk semua orang," ujarnya.

Pernat membandingkan kekuatan Aprilia saat ini dengan Ducati pada era sebelumnya karena keempat pembalap mereka mampu tampil kompetitif secara bersamaan.

"Aprilia memiliki empat pembalap, seperti Ducati dahulu ketika semua pembalapnya bisa meraih kemenangan," tutur Pernat.

Kondisi tersebut membuat Pernat melihat persaingan gelar MotoGP 2026 mengarah pada Marc Marquez dan kekuatan Aprilia.

"Ini adalah Aprilia melawan Marquez dan Marquez melawan seluruh Aprilia," kata Pernat.

lihat foto
BEZZECCHI DAN MARTIN - Dua pembalap pabrikan Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin dalam acara launching tim di Milan, Italia, pada 15 Januari 2026. (Foto: Laman Resmi MotoGP)

Meski Fabio Di Giannantonio tetap memiliki potensi, Pernat menilai pembalap tersebut harus lebih konsisten.

Pernat juga menilai kekasih Gemma Pinto kini tidak lagi bisa mengambil risiko sebesar ketika masih muda karena serangkaian cedera yang dialaminya.

"Dia sekarang tidak lagi suka terjatuh seperti dulu," ujar Pernat.

Menurut Pernat, Marquez dahulu dapat mengalami sekitar 40 kecelakaan dalam satu musim, sedangkan kini jumlahnya jauh lebih sedikit, sekitar tiga atau empat kali.

Perubahan tersebut bukan skarena Marquez menjadi lebih baik dalam menghindari kecelakaan, tetapi memahami konsekuensi yang dapat ditimbulkan dari sebuah insiden besar.

"Kalau dia menjalani pertarungan besar, dia berisiko tidak pernah balapan lagi," kata Pernat.

Karena itu, Pernat menilai Baby Alien harus memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimilikinya tanpa mengambil risiko yang tidak diperlukan dalam persaingan gelar MotoGP 2026.

Bagi Ducati, persoalan settingan motor  Marquez di Silverstone sekaligus menjadi alarm bahwa Aprilia kini memiliki paket yang semakin komplet.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.