Kreatif Sambut HUT ke-81 RI, Warga di Pertengahan Kota Solo Ini Ubah Ban Bekas Jadi Taman Gantung
Garudea Prabawati August 15, 2026 01:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Deretan umbul-umbul dan ornamen merah putih menghiasi lorong Jalan Gunung Slamet II, Dukuhan Nayu, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah

Di antara berbagai dekorasi tersebut, sekitar seratus ban bekas warna-warni yang disusun menjadi taman gantung menjadi pemandangan yang paling mencuri perhatian bagi orang yang melintas.

Suasana itu menjadi bagian dari persiapan warga RT 4/RW 21, Dukuhan Nayu, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Berbagai ornamen dipasang secara gotong royong, mulai dari bendera, lampion, banner, hingga taman gantung hasil daur ulang barang-barang bekas.

Ban Bekas Disulap Menjadi Taman Gantung

Salah satu warga setempat, Mayor Haristanto (67), mengatakan bahwa ide pembuatan taman gantung ini berawal dari perhatian atas keterbatasan lahan di lingkungan sekitar sekaligus dinding-dinding lorong kampung yang kosong.

Dinding-dinding lorong yang semula belum terpakai dimanfaatkan sebagai area penghijauan melalui konsep taman vertikal (vertical garden).

“Tembok yang setiap hari nganggur itu dimanfaatkan jadi vertical garden. Memanfaatkan tembok yang belum berguna,” ujar Mayor saat dijumpai pada Kamis (13/8/2026).

Proses ini bukan usaha semalam. Taman gantung tersebut telah dikerjakan sejak tiga bulan yang lalu dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Tak kurang dari 100 ban bekas telah digunakan untuk membuat taman gantung.

Sebagian berasal dari sumbangan warga, sementara sebagian lainnya diperoleh melalui pembelian.

“Kalau ban itu sumbangan ada. Beli ada,” kata Mayor.

Ban-ban tersebut dicat warna-warni dan ditanami tanaman hias, mulai dari lidah mertua, krokot (cantik manis), hingga pegagan.

Selain mempercantik lingkungan, pemanfaatan ban bekas juga menjadi upaya mengolah barang yang sulit didaur ulang menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Ban-ban itu memang daur ulang. Kita menggunakan barang bekas yang sulit didaur ulang dan harganya murah,” ungkap Mayor.

Dibangun dengan Semangat Gotong Royong

Persiapan menyambut HUT ke-81 RI di RT 4/RW 21, Dukuhan Nayu, tersebut sepenuhnya lahir dari gotong royong dan kebersamaan warga.

Mulai dari pengecatan ban, pemasangan dekorasi, hingga penanaman tanaman hias dilakukan secara kerja bakti.

Ketua RT 4/RW 21 Dukuhan Nayu, Encis Bidoyono (59), menjelaskan bahwa koordinasi kegiatan biasanya dilakukan secara praktis melalui grup pesan warga.

"Kita kan ada grup RT. Jadi tinggal WA saja, nanti kerja bakti jam sekian dan mengerjakan ini," ujar Encis.

Partisipasi warga pun tak sebatas sumbangan tenaga. Warga juga memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

Ada yang menyumbangkan cat, tanaman hias, hingga ban-ban bekas untuk melengkapi media taman gantung.

Menanamkan Nilai Kebersamaan kepada Anak-anak

Selain menghiasi lingkungan, warga juga menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan anak-anak. Salah satunya kegiatan menarik mobil seberat tiga kuintal secara bersama-sama.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai sarana edukasi tentang gotong royong, kebersamaan, dan suka cita kepada anak-anak.

“Jadi itu penanaman edukasi tentang gotong royong, kebersamaan, suka cita. Artinya, dengan gotong royong semuanya jadi ringan. Mobil tiga kuintal itu ternyata ringan kalau dibawa bersama-sama,” jelas Mayor.

Tak berhenti di situ, siswa SD Negeri Kadipiro juga dijadwalkan mengikuti kegiatan menggambar menggunakan kapur di atas aspal Jalan Gunung Slamet II.

Semarak HUT ke-81 RI di RT 4/RW 21, Dukuhan Nayu, tidak hanya terlihat dari ramainya dekorasi yang terpasang.

Berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai lapisan warga itu memperlihatkan cara masyarakat setempat memaknai kemerdekaan melalui kebersamaan, gotong royong, dan kreativitas.

(mg/Dhesti Qorita Ayun)

(Penulis adalah Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.