Gempa Guncang NTT, Warga Pesisir Sape Bima Ramai-ramai Mengungsi ke Dataran Tinggi
Theresia Felisiani August 15, 2026 02:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, BIMA - Warga di kawasan pesisir Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ramai-ramai mengungsi ke dataran lebih tinggi.

Pergerakan warga ini menyusul peringatan dini tsunami setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diterima Tribun Lombok, warga tampak bergerak menuju sejumlah lokasi yang lebih tinggi, termasuk kawasan perbukitan.

Dokumentasi yang diterima juga memperlihatkan warga membawa keluarga dan barang-barang seperlunya untuk menjauh dari kawasan pesisir.

Petugas BPBD turut melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengikuti arahan resmi terkait potensi tsunami.

"Banyak warga yang lakukan evakuasi ke dataran tinggi. Tim kami tetap memberikan pemahaman dan imbauan sesuai imbauan dari BPBD Prov," demikian laporan petugas.

Baca juga: Gempa Guncang Flores, Kesaksian Warga: Air Laut di Utara Ende Sempat Surut 

Selain evakuasi, sejumlah kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi. 

Dokumentasi yang beredar memperlihatkan bagian dinding rumah mengalami retak hingga roboh akibat guncangan gempa.

 

Peringatan Dini Tsunami Buntut Gempa M7,7 yang Guncang Flores Dicabut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami imbas gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) sekira pukul 05.58 WITA.

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB dinyatakan telah berakhir," kata BMKG dalam rilis pers yang diterima Tribunnews.com.

Baca juga: Rumah, Gudang Bulog hingga Kantor Camat di Bima NTB Rusak Terdampak Gempa NTT

Sebelumnya, gempa yang berpusat 30 kilometer dari timur laut Kabupaten Nagekeo itu sempat membuat wilayah lain di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) turut terdampak.

Contohnya warga dari Kabupaten Barru, Sulsel, bernama Abdul Azis yang langsung keluar rumah saat terjadinya gempa.

“Saya sama istri dan anak anak langsung lari keluar (ketika merasakan guncangan gempa),” ujarnya dikutip dari Tribun Timur.

Azis juga menceritakan saat gempa terjadi, beberapa fasilitas seperti kabel listrik turut bergoyang.

Lalu, salah satu warga di Kota Mataram, NTB, Septia, juga mengaku merasakan guncangan cukup kuat. Dia mengaku sampai terbangun saat guncangan terjadi.

"Besar sekali, otomatis langsung lari keluar rumah ajak keluarga," ujarnya, Sabtu (15/8/2026), dikutip dari Tribun Lombok.

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Flores: Warga Bajawa Keluar Rumah Sambil Teriak, Hotel dan Rumah Rusak

Warga Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, NTB, bernama Suaidin, turut panik saat gempa terjadi. Ia mengaku mendengar suara gemuruh saat guncangan dirasakannya.

"Kayak ada suara truk bergemuruh, saya dan warga di sini berhamburan keluar," ungkap Suaidin.

Menurut Suaidin, guncangan yang dirasakan di Donggo cukup kuat hingga mengingatkannya pada gempa Lombok 2018 yang sama terjadi di bulan Agustus.

“Di Bima aja sudah saya rasakan seperti ini apalagi dipusatnya di wilayah NTT,” kata Suaidin.

Guncangan gempa yang sama juga dirasakan warga Lombok di beberapa daerah. Mereka mengaku terkejut dengan guncangan pada pagi hari itu. Seperti warga di Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. 

Termasuk di wilayah Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. 

GEMPA BUMI - Gempa M7,7 mengguncang Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026) pagi, merobohkan ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere. Dua calon penumpang KM Siguntang tewas tertimpa reruntuhan, warga panik berhamburan. Tim SAR bersama TNI-Polri menyisir lokasi, warga Maumere bertahan di ruang terbuka karena takut gempa susulan.
GEMPA BUMI - Gempa M7,7 mengguncang Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026) pagi, merobohkan ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere. Dua calon penumpang KM Siguntang tewas tertimpa reruntuhan, warga panik berhamburan. Tim SAR bersama TNI-Polri menyisir lokasi, warga Maumere bertahan di ruang terbuka karena takut gempa susulan. (HO/IST)

Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sempat memperingatkan adanya tsunami di sejumlah wilayah di NTT, Sulsel, dan NTB.

Dia memperkirakan gelombang tsunami akan setinggi 0,5-3 meter.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dengan tingkat status ancaman siaga 0,5-3 meter," katanya dalam konferensi pers, Sabtu.

Selengkapnya berikut daftar wilayah yang sempat berpotensi terjadinya tsunami:

Status Siaga:

Manggarai Bagian Utara, NTT (estimasi tsunami pukul 05.02 WIB)
Ngada Bagian Utara, NTT (estimasi tsunami pukul 05.02 WIB)
Manggarai Barat Bagian Utara, NTT (estimasi tsunami 05.03 WIB)
Selayar, Sulsel (estimasi tsunami 05.04 WIB)
Ende Bagian Utara, NTT (estimasi tsunami 05.05 WIB)
Sikka Bagian Utara, NTT (estimasi 05.13 WIB)
Jeneponto, Sulsel (estimasi tsunami 05.15 WIB)
Bantaeng, Sulsel (estimasi tsunami 05.46 WIB)

Status Waspada:

Pulau Ende, NTT (estimasi tsunami 05.03 WIB)
Pulau Sikka, NTT (estimasi tsunami 05.07 WIB)
Pulau Sangiang NTB (estimasi tsunami 05.09 WIB)
Pulau Gili, NTB (estimasi tsunami 05.12 WIB)
Kota Bima Bagian Utara, NTB (estimasi tsunami 05.14 WIB)
Flores Timur Bagian Utara, NTT (estimasi tsunami 05.15 WIB)
Dompu Bagian Utara, NTB (estimasi tsunami 05.19 WIB)
Kota Bau-bau, Sultra (estimasi tsunami 05.40 WIB)
Takalar, Sulsel (estimasi tsunami 05.43 WIB)
Bone, Sulsel (estimasi tsunami 05.54 WIB)
Wajo, Sulsel (estimasi tsunami 06.01 WIB)
Luwu Bagian Timur, Sulsel (estimasi tsunami 06.36 WIB)
Luwu Bagian Utara, Sulsel (estimasi tsunami 06.39 WIB)
Kota Palopo, Sulsel (estimasi tsunami 06.41 WIB)

 

Gempa M7,0 Berpusat di Nagekeo

Berdasarkan data BMKG, gempa utama terjadi pada pukul 04.58.23 WIB dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 10 kilometer.

Pusat gempa berada di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Guncangan dirasakan hingga sejumlah wilayah NTB, termasuk Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.