Profil Suwito, Anggota DPRD Banyuwangi Tendang Pintu Saat Rapat, Pernah Kontroversi Soal Kades
Evan Saputra August 15, 2026 02:40 PM

 


BANGKAPOS.COM - Inilah sosok Suwito, anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Gerindra disorot usai menendang pintu saat rapat.

Sosoknya kembali ramai diperbincangkan setelah video aksinya dalam rapat pembahasan anggaran beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Suwito tampak terlibat perdebatan saat rapat membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Situasi yang awalnya berlangsung sebagai pembahasan anggaran kemudian memanas.

Suwito terlihat melempar sebuah benda ke lantai sebelum berjalan menuju pintu dan menendangnya hingga terbuka.

Baca juga: Sosok Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 Meninggal di Hari Ultah, Sakit Apa?

 

Aksi tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat.

Sosok Suwito pun kembali menjadi sorotan, terlebih sebelumnya ia juga pernah menuai kontroversi akibat pernyataannya mengenai kepala desa di Banyuwangi.

Rapat KUA-PPAS 2027 Mendadak Memanas

Peristiwa itu berlangsung dalam rapat gabungan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Khusus DPRD Banyuwangi, Selasa (11/8/2026).

Rapat tersebut dipimpin Sekda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono bersama Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto.

Berdasarkan video yang beredar, Suwito awalnya masih duduk di tempatnya dan menyampaikan pendapat melalui mikrofon.

Namun, suasana berubah ketika perdebatan terjadi. Suara Suwito terdengar meninggi sebelum dirinya berdiri dan mengambil sebuah benda dari meja di belakang kursinya.

Benda tersebut kemudian dilemparkan ke lantai.

Suwito selanjutnya berjalan ke arah pintu ruang rapat dan menendang salah satu daun pintu hingga terbuka.

Sebelum meninggalkan ruangan, ia juga terlihat menunjuk ke arah sejumlah anggota DPRD lain dan mengajak rekan-rekannya keluar.

Rekaman kejadian itu kemudian tersebar luas di media sosial dan membuat aksi Suwito menjadi perhatian publik.

Suwito Sebut Aksinya Terjadi Secara Spontan

Saat dikonfirmasi pada Jumat (14/8/2026), Suwito membenarkan bahwa dirinya melakukan tindakan tersebut.

Ia menyebut kejadian itu dipicu kesalahpahaman dalam proses pembahasan rapat dan terjadi secara spontan.

"Waktu itu memang ada kesalahpahaman dalam proses rapat yang kemudian memicu sesuatu hal yang bagi saya merupakan spontanitas," kata Suwito.

Suwito juga menegaskan bahwa emosinya tidak berkaitan dengan kepentingan pribadi.

Menurut dia, perbedaan pandangan dalam rapat justru berkaitan dengan kepentingan pembangunan dan masyarakat Banyuwangi.

"Yang kami perjuangkan adalah kepentingan rakyat. Dalam rapat itu kami meminta adanya progres pembangunan," ujarnya.

Ia turut menyinggung pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK). Suwito menilai pembahasan anggaran tersebut membutuhkan penjelasan lebih mendalam sebelum mendapatkan persetujuan.

"Yang kedua, terkait DAK (Dana Alokasi Khusus), kami dari DPRD tidak setuju kalau dibahas begitu saja karena perlu penjelasan dan pembahasan yang lebih maksimal," katanya.

Ia menyebut perbedaan pandangan antara pihak legislatif dan eksekutif merupakan bagian dari dinamika dalam pembahasan anggaran daerah.

"Jadi, tidak ada persoalan pribadi dan tidak ada persoalan di luar kepentingan warga," tegasnya.

KUA-PPAS 2027 Tetap Disepakati

Suwito kemudian meninggalkan ruang rapat setelah menendang pintu. Sejumlah anggota DPRD lainnya juga ikut keluar.

Meski rapat sempat berlangsung tegang, proses pembahasan anggaran tetap diteruskan pada hari berikutnya.

Hingga akhirnya, pada Kamis (13/8/2026), pihak legislatif dan eksekutif menandatangani persetujuan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, ketegangan yang terjadi dalam rapat tidak sampai menghentikan proses pembahasan anggaran daerah.

Pernah Kontroversi soal Kepala Desa

Video aksi Suwito dalam rapat KUA-PPAS bukan kali pertama namanya menjadi perhatian publik.

Pada November 2025, politikus Gerindra tersebut sempat menuai kontroversi setelah menyampaikan pernyataan mengenai sekitar 80 persen kepala desa yang disebut koruptif dalam penyaluran bantuan sosial.

Pernyataan itu kemudian mendapat penolakan dari sejumlah kepala desa di Banyuwangi. Asosiasi kepala desa bahkan menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Banyuwangi pada 17 November 2025.

Situasi tersebut berakhir setelah Suwito menyampaikan permintaan maaf kepada para demonstran.

Ia mengakui bahwa pernyataan yang sebelumnya disampaikannya merupakan kesalahan.

"Apa yang saya katakan itu salah. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf," ujar Suwito saat itu.

Profil Singkat Suwito

Suwito merupakan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi periode 2024–2029 dari Partai Gerindra.

Ia terpilih sebagai anggota DPRD melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi 7 yang mencakup Kecamatan Singojuruh, Songgon, dan Sempu.

Dalam Pemilu Legislatif 2024, Suwito memperoleh 8.580 suara dan berhasil mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Banyuwangi untuk periode 2024–2029.

Sebagai anggota DPRD, Suwito menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. DPRD juga memiliki fungsi menampung serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan informasi yang tersedia di situs resmi DPRD Banyuwangi, Suwito tercatat sebagai anggota Fraksi Gerindra.

Kembali Jadi Sorotan Publik

Aksi Suwito dalam rapat KUA-PPAS 2027 kembali memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan dalam forum politik dapat menjadi perhatian masyarakat.

Perbedaan pendapat antara DPRD dan pemerintah daerah merupakan bagian dari proses pembahasan kebijakan dan anggaran. Kritik, keberatan, maupun penolakan terhadap suatu kebijakan juga menjadi bagian dari dinamika politik.

Namun, cara menyampaikan pendapat tetap menjadi perhatian, terutama ketika perdebatan berlangsung dalam forum resmi DPRD yang membahas penggunaan anggaran daerah.

Penjelasan Suwito bahwa aksinya terjadi secara spontan akibat kesalahpahaman memberikan konteks atas kejadian tersebut.

Di sisi lain, video yang beredar membuat peristiwa tersebut meluas menjadi perhatian publik di luar ruang rapat.

Setelah sebelumnya sempat meminta maaf terkait pernyataannya mengenai kepala desa, Suwito kini kembali menghadapi sorotan atas sikapnya dalam forum pembahasan anggaran.

Pada akhirnya, perhatian publik tidak hanya tertuju pada substansi keberatan yang disampaikan Suwito, tetapi juga bagaimana seorang anggota legislatif menyampaikan perbedaan pendapat ketika pembahasan politik berlangsung dalam situasi yang memanas.

(Bangkapos.com/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.