Bandara Husein Sastranegara Reaktivasi, Garuda Indonesia Layani Penerbangan Bali-Bandung
Ngurah Adi Kusuma August 15, 2026 04:22 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terus memperkuat transformasi kinerja melalui optimalisasi jaringan penerbangan domestik.

Langkah tersebut kali ini direalisasikan melalui pengoperasian kembali rute langsung Bandung–Denpasar pulang-pergi mulai hari ini Jumat 14 Agustus 2026. 

Pengoperasian rute ini sekaligus menandai kembalinya layanan Garuda Indonesia dari Bandara Husein Sastranegara, sejalan dengan rampungnya proses reaktivasi bandara tersebut untuk melayani penerbangan jet komersial setelah sebelumnya ditutup sejak Oktober 2023 lalu.

Penerbangan perdana pada hari ini diberangkatkan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 09.10 WITA menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan nomor registrasi PK-GFU yang memiliki livery spesial kolaborasi bersama Cap Bali.

Baca juga: UPDATE Gempa M7,7 NTT, 14 Orang Meninggal Dunia, 2000 Warga Mengungsi, Listrik di Nagekeo Padam

Dimana livery ini memiliki desain budaya bertajuk "The Flying Heritage of Indonesia's Unity" dengan melibatkan ilustrator Erika Ricardo dan Rakajana, serta menampilkan simbol kebhinekaan Nusantara.

Dalam penerbangan perdana dari Bali menuju Bandung dengan nomor GA-335 terasa spesial karena diadakan acara inaugural flight yang dimeriahkan dengan tari tradisional khas Bali dan seluruh penumpang mendapatkan souvenir dari Garuda Indonesia.

Kedatangan pesawat di Bandara Husein Sastranegara Bandung disambut prosesi water salute sebagai tradisi penghormatan di dalam dunia penerbangan. 

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi, dan Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir, menyambut langsung penumpang pesawat GA-335 dengan pengalungan kain di terminal kedatangan. 

Penumpang yang tiba juga disambut tari Merak, serta pemberian gift special di atas bagasi penumpang.

Kemudian untuk keberangkatan penerbangan dari Bandung, GA-334 take off dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 11.35 WIB. 

Kedatangan penumpang GA-334 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali juga mendapat sambutan hangat, dimana dilakukan pengalungan bunga dan pemberian gift berupa coklat.

Baca juga: Hendak ke Kupang, Erna Lari Selamatkan Diri Saat Gempa NTT, Tas Tertinggal dan Batal Naik Kapal

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan realisasi penerbangan tersebut menandakan seluruh fasilitas operasi dan pelayanan bandara siap mendukung penerbangan pesawat jet berbadan sedang / Narrow Body.

“Terakhir kali bandara ini melayani penerbangan jet berjadwal pada 2023,”

“InJourney Airports kemudian melakukan persiapan sekitar 2 bulan terakhir, pemastian kesiapan dilakukan setiap hari selama 24 jam, untuk memastikan terpenuhinya aspek security, safety, services, dan compliance atau 3S dan 1C," kata Mohammad R. Pahlevi.

Seluruh persiapan yang dilakukan sejalan dengan penerbitan sertifikasi Bandara Husein Sastranegara dapat kembali melayani pesawat jet berjadwal Boeing 737-800 oleh Kementerian Perhubungan.

Adapun Kementerian Perhubungan pada 23 Juli 2026 menerbitkan Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor: 005.1/SBU/VII/2026 bagi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara sebagai persyaratan untuk melayani operasional pesawat jet berbadan sedang (narrow body) sekelas Boeing 737-800.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Perhubungan, TNI AU, Danantara, InJourney dan seluruh pihak atas dukungan terhadap terselesaikannya seluruh tahapan optimalisasi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara,” ujar Mohammad R. Pahlevi. 

Setelah terlaksananya optimalisasi ini, Bandara Husein Sastranegara Bandung melayani 12 rute penerbangan domestik yakni dari dan ke Palembang, Lampung, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Batam, Padang, Pontianak dan Pekanbaru. 

Lebih lanjut, Mohammad R. Pahlevi mengatakan InJourney Airports akan terus berupaya mengembangkan konektivitas udara di Bandung. 

“InJourney Airports secara aktif terus mengembangkan rute-rute penerbangan. Terkait rute internasional, pembahasan terus kami lakukan dengan Kementerian Perhubungan, maskapai dan berbagai pihak,” ucapnya. 

Baca juga: 1 Juta Sarjana Menganggur, Nyoman Parta Sentil Rencana Ekspor 100 Ribu Pekerja ke Jepang

Terminal penumpang di Bandara Husein Sastranegara memiliki luas 12.000 meter persegi dan berkapasitas 3,4 juta penumpang/tahun yang didukung total 26 konter check-in dan 6 unit self check-in kiosk, serta conveyor belt terbaru di area pengambilan bagasi.

InJourney Airports melakukan renovasi dan beautifikasi mulai dari sisi udara, terminal penumpang dan sisi darat di Bandara Husein Sastranegara, yang kini berkonsep modern berpadu dengan kearifan budaya Jawa Barat untuk memberikan nuansa nyaman. 

Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Perusahaan menghadirkan jaringan penerbangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas portofolio bisnis.

“Pembukaan kembali rute Bandung–Denpasar tidak hanya memperkuat konektivitas langsung Jawa Barat dan Bali, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kinerja Garuda Indonesia untuk memastikan setiap rute dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar, kesiapan operasional, dan potensi kontribusinya terhadap kinerja Perusahaan secara berkelanjutan,” ungkap Glenny.

Ia menambahkan didukung oleh potensi pertumbuhan aktivitas pariwisata Bali dan Bandung yang tumbuh konsisten secara berkelanjutan dari tahun ke tahun, hal tersebut merefleksikan besarnya ruang pertumbuhan mobilitas antara Jawa Barat dan Bali. 

"Sehingga hadirnya penerbangan langsung ini diharapkan akan memberikan kemudahan terutama bagi wisatawan dari Bali untuk eksplor destinasi unggulan Jawa Barat," harap Glenny.

Kehadiran rute ini diharapkan turut mendorong arus wisatawan, pelaku usaha, serta produk ekonomi kreatif di kedua wilayah. 

Posisi Bali sebagai salah satu gerbang utama penerbangan internasional juga membuka peluang optimalisasi trafik wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat.

Rute Denpasar-Bandung selanjutnya akan dilayani empat kali setiap minggu, yakni pada Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu, menggunakan Boeing 737-800NG dengan konfigurasi 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi.

Adapun untuk selanjutnya, penerbangan dari Bandung menuju Denpasar akan dilayani dengan GA-334 dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung dijadwalkan berangkat pukul 13.10 WIB dan tiba di Denpasar pukul 15.55 WITA. 

Sementara penerbangan dari Denpasar menuju Bandung akan dilayani dengan GA-335 keesokan harinya yang akan diberangkatkan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 11.35 WITA dan tiba di Bandara Husein Sastranegara pukul 12.25 WIB.

Pengoperasian kembali layanan Garuda Indonesia turut memperkuat presensi Garuda Indonesia Group di Bandung.

Selain Garuda Indonesia, Citilink akan mulai mengoperasikan penerbangan dari Bandung menuju sejumlah destinasi mulai 17 Agustus 2026 mendatang. 

Kehadiran kedua maskapai tersebut menjadi bagian dari sinergi Group dalam menyediakan pilihan layanan yang semakin luas dan relevan bagi berbagai segmen pengguna jasa, sekaligus mengoptimalkan potensi pasar Jawa Barat.

“Melalui kehadiran Garuda Indonesia dan Citilink, kami ingin menghadirkan pilihan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelas Glenny.

Menurutnya sinergi ini memperkuat upaya Garuda Indonesia Group dalam membangun ekosistem penerbangan yang terintegrasi, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata terhadap konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.