Tribunlampung.co.id, NTT - Ratusan warga Desa Wodamude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memilih bermalam di halaman terbuka Gua Maria Kampung Fata pascagempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).
Warga bergotong-royong mendirikan tenda darurat seadanya di bawah rimbun pepohonan menggunakan beralaskan terpal, tikar, serta kain pelindung.
Keputusan mengungsi ini diambil lantaran masyarakat masih didera trauma mendalam serta mengkhawatirkan munculnya guncangan gempa susulan.
Seorang warga terdampak bernama Emilia Moi mengaku rela menahan hawa dingin di dataran tinggi ketimbang bertaruh nyawa tertimpa reruntuhan rumah.
Kawasan perbukitan Gua Maria dijadikan lokasi mengungsi utama karena letaknya dinilai lebih aman dan berjarak cukup jauh dari garis pantai.
Warga lainnya, Maria Nurlina, menyatakan saat ini para pengungsi sangat membutuhkan uluran bantuan berupa tenda layak serta pasokan makanan dari pemerintah.
BMKG mengonfirmasi gempa dangkal M 7,7 yang memicu kepanikan warga ini berpusat di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo.
Baca selengkapnya Korban Gempa di Sikka NTT Bermalam di Halaman Gua, "Lebih Baik Kedinginan Daripada Tertimpa Rumah"