POS-KUPANG.COM -- Ratusan pasien yang sedang dirawat di sejumlah fasilitas Kesehatan seperti rumah sakit terpaksa dievakuasi menysul gempa dasyat yang mengncak Flores hingga M7,7 . Para pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 238 pasien dari empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Manggarai terdampak dan harus mendapatkan penanganan di lokasi yang lebih aman.
Rinciannya, RSUD Ruteng sebanyak 150 pasien, Rumah Sakit Katolik Santu Rafael Cancar sebanyak 15 pasien, Puskesmas Reo sebanyak 63 pasien, dan Puskesmas Pagal sebanyak 10 pasien. Dari pasien di Puskesmas Pagal tersebut, dua di antaranya merupakan ibu hamil.
Bupati Pantau Langsung Kondisi RSUD Ruteng
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit turun langsung memantau kondisi RSUD Ruteng setelah fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terdampak gempa.
Dia disampingi Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., Komandan Kodim 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban, S.H., M.M., dan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Dr. Deddi Diliyanto, S.H., M.H.
Baca juga: Update Korban Gempa Flores M7.7 , Korban Meninggal 47 Orang , Manggarai Terbanyak
Saat berada di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi bangunan rumah sakit yang mengalami kerusakan, sekaligus memastikan keselamatan para pasien, tenaga kesehatan, serta petugas yang masih menjalankan pelayanan dalam situasi darurat.
Bupati menegaskan bahwa keselamatan pasien dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena kondisi sejumlah bangunan rumah sakit mengalami kerusakan berat, pasien untuk sementara dievakuasi dari dalam gedung dan ditempatkan di tenda-tenda darurat di area terbuka.
Pemerintah daerah, kata Bupati, akan terus memastikan kebutuhan dasar pasien tetap terpenuhi, termasuk pelayanan medis, obat-obatan, makanan, serta kebutuhan lainnya selama proses penanganan pascagempa.
Bupati juga meminta jajaran rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam kondisi darurat. Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat penanganan dampak gempa.
150 Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi
Di RSUD Ruteng, kerusakan terjadi pada sejumlah bangunan bertingkat. Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan parah membuat fasilitas tersebut tidak dapat digunakan secara normal untuk sementara waktu.
Sebanyak 150 pasien yang sedang menjalani perawatan dievakuasi dari dalam gedung. Para pasien kemudian ditempatkan di tenda-tenda darurat untuk menghindari risiko akibat kerusakan bangunan maupun kemungkinan gempa susulan.
Sementara itu, Rumah Sakit Katolik Santu Rafael Cancar juga terdampak gempa. Sebanyak 15 pasien dievakuasi untuk memastikan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Dampak gempa juga dirasakan di wilayah Kecamatan Reok. Puskesmas Reo tercatat memiliki 63 pasien yang harus mendapatkan penanganan di lokasi yang aman menyusul dampak kerusakan pada fasilitas kesehatan.
Di Puskesmas Pagal, sebanyak 10 pasien turut terdampak. Dari jumlah tersebut, dua pasien merupakan ibu hamil, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari tenaga kesehatan.
Sejumlah Bangunan Publik Rusak Parah
Selain fasilitas kesehatan, sejumlah bangunan publik juga mengalami kerusakan berat. Salah satunya Kantor Bupati Manggarai yang memiliki tiga lantai.
Hampir seluruh plafon mengalami kerusakan. Ruangan-ruangan di lantai dua dan tiga mengalami kerusakan berat. Dinding dan kaca pada bagian depan gedung juga jebol. Kondisi tersebut menyebabkan bagian dalam sejumlah ruangan, termasuk ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, terlihat dari luar.
Kerusakan juga terjadi pada Kantor Cabang Bank NTT Ruteng yang merupakan bangunan tiga lantai serta gedung empat lantai Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.
Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama BPBD, tenaga kesehatan, TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pendataan serta asesmen terhadap bangunan dan fasilitas yang terdampak.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas, serta mengikuti arahan resmi pemerintah selama masa penanganan darurat gempa bumi.
Data kerusakan dan jumlah pasien merupakan pendataan sementara dan dapat berubah sesuai hasil asesmen serta verifikasi petugas di lapangan. (Media Center Kabupaten Manggarai)