Empat duet pivot lini tengah yang bisa dipakai Mourinho di Real Madrid
Budi Santoso August 16, 2026 02:12 AM

Jose Mourinho diperkirakan akan membawa struktur yang lebih kuat ke lini tengah Real Madrid, sektor yang dalam beberapa musim terakhir kesulitan menemukan keseimbangan yang tepat.

Pelatih asal Portugal itu secara tradisional lebih menyukai sistem 4-2-3-1, dan pekerjaan awalnya bersama skuad sudah mengarah ke susunan serupa.

Dalam struktur tersebut, Jude Bellingham diproyeksikan beroperasi sebagai gelandang serang, bermain di belakang penyerang tengah dan di depan poros lini tengah berisi dua pemain.

Situasi itu membuat Mourinho menghadapi keputusan taktis penting: dua pemain mana yang seharusnya membentuk double pivot tersebut?

Dengan Bernardo Silva, Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, dan Eduardo Camavinga sebagai beberapa opsi utama, Mourinho memiliki sejumlah kombinasi untuk dipertimbangkan, karena setiap pasangan akan memberi Real Madrid karakter lini tengah yang sangat berbeda.

Berikut empat opsi yang patut dipertimbangkan Mourinho.

Kemitraan Bernardo Silva dan Aurelien Tchouameni di lini tengah bisa menjadi pilihan paling seimbang jika Mourinho menginginkan satu gelandang untuk mengendalikan penguasaan bola dan satu lagi memberikan perlindungan defensif.

Tchouameni akan berperan sebagai pemain yang lebih dalam, melindungi dua bek tengah dan menghadirkan kekuatan fisik saat Real Madrid kehilangan bola, karena kemampuannya menutup ruang akan memberi Bernardo Silva kebebasan lebih besar untuk mengatur permainan.

Memang, mantan pemain Manchester City itu bukan gelandang bertahan tradisional, tetapi kecerdasannya bisa membantu Real Madrid mengalirkan bola melalui area sentral.

Ia bisa turun lebih dalam saat membangun serangan, menerima bola, lalu menghubungkan lini belakang dengan Bellingham serta lini depan.

Pasangan ini bisa bekerja sangat baik terutama saat menghadapi tim yang bermain sangat dalam.

Laporan terbaru mengenai Tchouameni juga menyebutkan bahwa Mourinho masih memandangnya sebagai bagian penting dari skuad meski ada ketegangan di ruang ganti yang dilaporkan melibatkan Valverde pada akhir musim lalu.

Mourinho telah menegaskan bahwa profesionalisme harus didahulukan di atas persoalan pribadi, dan itu bisa memungkinkan Tchouameni fokus menjadi titik acuan defensif dalam lini tengah Mourinho.

Namun, kekhawatiran pada kombinasi ini terletak pada intensitas fisik. Etos kerja Bernardo sangat baik, tetapi lini tengah yang berisi dirinya dan Tchouameni bisa rentan saat menghadapi transisi cepat.

Kombinasi Bernardo-Valverde akan memberi Mourinho lini tengah yang lebih agresif dan lebih dinamis.

Valverde memiliki kecepatan, stamina, dan disiplin bertahan untuk menutup area yang luas, sehingga Bernardo bisa lebih banyak menghabiskan waktu untuk memengaruhi penguasaan bola.

Pemain Uruguay itu dapat melakukan pressing tinggi, mendukung serangan, dan cepat kembali ke posisinya ketika Real Madrid kehilangan bola.

Ini bisa menjadi opsi favorit Mourinho dalam pertandingan ketika Real Madrid diperkirakan akan mendominasi bola.

Gelandang Portugal itu akan menghadirkan ketenangan dan kreativitas di area yang lebih dalam, sementara Valverde menambahkan lari vertikal.

Sederhananya, profil keduanya yang kontras bisa saling melengkapi.

Peran Valverde kini makin penting setelah kemunculannya sebagai kapten pilihan utama Real Madrid.

Namun secara taktis, pasangan ini memiliki risiko karena tidak ada satu pun dari mereka yang merupakan gelandang jangkar alami.

Karena itu, saat menghadapi lawan-lawan papan atas, ruang di belakang Bellingham bisa terbuka, terutama jika Valverde terlalu maju.

Di atas kertas, duet Tchouameni-Valverde mungkin menjadi double pivot paling aman bagi Mourinho, karena Tchouameni menawarkan disiplin posisi dan perlindungan defensif, sementara Valverde memberi energi, pressing, dan kemampuan membawa bola.

Kombinasi ini akan memberi Real Madrid aspek fisik yang dibutuhkan untuk bersaing melawan lini tengah terkuat di Eropa.

Tchouameni bisa tetap dekat dengan lini belakang, memberi ruang kepada Valverde untuk bergerak lebih tinggi dan mendukung Bellingham. Saat tidak menguasai bola, keduanya memiliki kemampuan atletik untuk menutup ruang yang luas.

Pasangan ini juga akan memberi Mourinho kebebasan lebih besar untuk memainkan empat pemain depan yang menyerang.

Dengan Bellingham beroperasi sebagai nomor 10, Real Madrid akan memiliki fondasi yang kokoh di belakangnya sambil memungkinkan para pemain depan fokus menciptakan peluang.

Pertanyaan utama di sini adalah chemistry mereka.

Menyusul perselisihan mereka musim lalu, Mourinho dilaporkan telah berbicara kepada kedua pemain dan menuntut profesionalisme.

Jika mereka mampu melupakan masalah tersebut, kemitraan ini bisa menjadi tulang punggung tim.

Duet Tchouameni-Camavinga akan menawarkan kapasitas fisik dan cakupan defensif yang sangat besar bagi Mourinho.

Energi Camavinga bisa memungkinkannya melakukan pressing lebih tinggi dan membawa bola ke depan, sementara Tchouameni tetap menempati posisi yang lebih dalam.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Real Madrid masih yakin Camavinga memiliki potensi yang sangat tinggi meski belakangan mengalami kesulitan.

Klub merasa Mourinho dapat membantunya kembali ke level terbaik dan berpotensi berkembang menjadi gelandang yang sebanding dengan pemain-pemain bernilai lebih dari €100 million.

Karena itu, kombinasi ini bisa sangat efektif terutama dalam pertandingan ketika Real Madrid perlu menyerap tekanan.

Namun, masalah terbesarnya adalah progresi bola dan kreativitas.

Dengan Bellingham bermain sebagai gelandang serang, Real Madrid akan membutuhkan para pemain sayap atau bek sayap mereka untuk menyediakan sebagian besar hubungan kreatif antara lini tengah dan lini serang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.