Harga Kopra di Manado Kembali Turun, Petani: Khawatir Semakin Anjlok
Ventrico Nonutu August 16, 2026 02:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga kopra di Manado kembali mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.

Kondisi ini kembali menjadi perhatian karena dinilai semakin menekan pendapatan petani kelapa.

Saat ini, harga kopra berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

Padahal, beberapa hari sebelumnya harga komoditas tersebut sempat menyentuh Rp16 ribu per kilogram.

Penurunan harga tersebut dinilai berdampak terhadap pendapatan petani, terutama karena biaya produksi yang harus dikeluarkan masih cukup tinggi.

“Harga kopra kembali turun,” ujar Ida salah satu penjaga gudang kopra di Calaca Manado, Sabtu (15/8/2026).

Di sisi lain, petani kelapa mengeluhkan kondisi harga yang kembali melemah.

Berbagai kebutuhan dalam proses produksi kopra tetap harus dipenuhi, mulai dari pemanenan, tenaga kerja, pengangkutan, hingga proses pengeringan.

Beban biaya tersebut membuat pendapatan bersih petani semakin kecil.

Terlebih bagi petani yang harus mengeluarkan biaya transportasi cukup besar dari kebun menuju lokasi penampungan.

Dengan harga Rp15 ribu per kilogram, petani menilai keuntungan yang diperoleh belum sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan.

“Khawatir semakin anjlok,” ujar Repsi salah satu petani.

Menurut Repsi, persoalan yang dihadapi petani tidak hanya berkaitan dengan harga jual kopra.

Hal yang menjadi perhatian utama adalah selisih antara pendapatan yang diperoleh dari penjualan dengan seluruh biaya selama proses produksi.

Untuk menghasilkan kopra, petani terlebih dahulu memanen buah kelapa yang sudah cukup umur.

Kelapa kemudian dikumpulkan dan dibelah sebelum dagingnya dikeluarkan untuk selanjutnya dikeringkan hingga memenuhi kualitas yang dibutuhkan pembeli.

“Setiap tahapan membutuhkan tenaga dan biaya,” jelasnya.

Ia mengatakan, ketika harga kopra berada di level Rp15 ribu per kilogram, petani harus kembali menghitung apakah hasil penjualan masih mampu menutup seluruh biaya produksi yang dikeluarkan.

“Penurunan harga beberapa ribu rupiah per kilogram bisa memberikan dampak besar terhadap pendapatan petani,” pungkasnya.

(TribunManado.co.id/Fer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.