Jerit Warga Kampung Wangkal NTT Pasca Gempa, Warga Mulai Trauma dan Kelaparan
Samir Paturusi August 16, 2026 07:09 AM

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA — Malam berganti, namun rasa takut belum juga pergi dari Kampung Wangkal, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ratusan Kepala Keluarga (KK) kini harus berteman dengan angin malam, tidur beralaskan seadanya di tenda-tenda darurat yang didirikan di lapangan olahraga hingga bahu jalan.

Bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB lalu, telah memupus rasa aman warga.

Rumah-rumah tembok mereka yang dulu menjadi tempat bernaung, kini menyisakan retakan menganga dan ancaman roboh akibat guncangan susulan yang masih terus membayangi.

Selain tempat tinggal, fasilitas umum seperti Sekolah, Puskesmas Pembantu (pustu) hingga tempat ibadah di kampung ini mengalami rusak pula.

"Secara psikologis kami terganggu. Rata-rata kami semua takut kembali ke rumah. Ada sedikit getaran saja, semuanya pasti berteriak," ujar Steven, salah satu warga Kampung Wangkal, saat dikonfirmasi Tribun Kaltim pada Sabtu, (15/8/2026) malam dengan nada getarnya membayangkan trauma yang dialami warga.

Baca juga: Baru Saja, Gempa Beruntun Guncang NTT, Lima Kali Terjadi dalam 7 Menit

Hingga Sabtu malam, suasana pengungsian diisi oleh kemandirian yang lahir dari rasa keprihatinan bersama. Sekitar 300 KK berkumpul di 8 titik posko darurat. 

Tanpa dapur umum resmi atau posko medis dari instansi terkait, warga bergotong royong mengumpulkan sisa bahan makanan yang bisa diselamatkan dari dalam rumah.

Mereka berpatungan menyumbang beras, air bersih, patungan beli minyat genset hingga kayu bakar untuk memasak bersama demi menyambung hidup anak-anak dan lansia di pos penampungan. 

Di tengah keterbatasan itu, tercatat satu warga mengalami luka-luka parah di bagian kaki akibat terkena reruntuhan saat mencoba menyelamatkan diri.

Kekecewaan terpancar dari raut wajah para pengungsi yang penuh gelisah. Di saat mereka harus berjuang secara swadaya melawan hawa dingin dan keterbatasan logistik, kehadiran negara dirasa belum menyentuh di Kampung Wangkal ini.

"Sampai saat ini pemerintah belum turun ke sini, belum ada perhatian baik dari tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten,"  tegasnya.

Warga merasa terisolasi di tengah situasi darurat ini. Ketiadaan petugas untuk melakukan pendataan kerusakan atau membagikan bantuan tanggap darurat memperberat beban mental yang sedang mereka pikul.

Baca juga: Update Data Korban Gempa NTT M7,7 Terkini Hari Ini: Korban Meninggal 47 Orang, Manggarai Terbanyak

Melalui posko darurat seadanya, masyarakat Kampung Wangkal menyuarakan harapan sederhana pemerintah segera mengambil tindakan cepat dengan menerjunkan tim tanggap darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan verifikasi kerusakan hingga ke wilayah terpencil.

"Harapan warga semoga tidak ada gempa susulan dan jauh dari bahaya yang memakan korban jiwa. Kami meminta pemerintah agar melakukan pendataan secara keseluruhan dan cepat merespons kondisi kami di sini," tutupnya. (*)

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.