JUARA.NET - Legenda bulu tangkis Malaysia, Ong Ewe Hock, menilai Christo Popov dan Alex Lanier punya kesempatan merebut medali emas Kejuaraan Dunia 2026.
Ong belakang membahas peta persaingan khususnya dari sektor tunggal putra.
Menurutnya, saat ini tengah terjadi duel pemain senior melawan junior yang begitu sengit.
Peluang juara pemain-pemain muda dinilai Ong sangat terbuka lebar.
Meski begitu, ada satu PR yang harus diselesaikan pemain-pemain tersebut, yakni tentang konsistensi.
Pada edisi Kejuaraan Dunia tahun lalu, babak final dihuni dua pemain senior.
Shi Yu Qi dan Kunlavut Vitidsarn melaju ke partai puncak usai menggulung lawan mereka masing-masing.
Kejutan sempat ditunjukkan oleh pemain muda, Victor Lai, yang melaju sampai empat besar.
"Saat ini, ada percampuran antara pemain muda dan senior," beda Ong dilansir Juara.net dari New Strait Times.
"Pemain-pemain muda itu sangat kuat. Meski begitu, mereka juga harus lebih stabil."
"Penampilan mereka masih belum konsisten. Kadang tampil sangat bagus, ada pula saatnya kurang baik."
"Mereka masih butuh waktu untuk mematangkan cara bermainnya."
"Meski begitu, mereka tetap punya kapasitas untuk mencatatkan kemenangan," sambungnya.
Untuk Kejuaraan Dunia 2026, Ong menilai setidaknya ada dua pemain muda yang berpeluang merengkuh medali emas.
Bukan Alwi Farhan, dia menyoroti dua pemain Prancis, Christo Popov dan Alex Lanier.
Di sisi lain, Ong juga tetap lebih menjagokan Shi Yu Qi yang konsistensinya sudah terbukti.
"Popov dan Lanier adalah salah dua yang saya pikir sangat kuat," terangnya.
"Dalam bulu tangkis, saat Anda dalam kondisi selevel, maka Anda harus memperhatikan kondisi serta apakah mereka dalam puncak performa atau tidak."
"Saat mereka dalam kondisi terbaik, maka mereka berbahaya..."
"Pada akhirnya, saya pikir Yu Qi masih favorit karena dia yang paling konsisten."
"Para pemain muda sudah punya dasarnya..."
"Kalau mereka bisa konsisten, maka kemenangan itu bisa diambil," tambah Ong.