Jet Tempur F-5 Iran Terbang Rendah Jebol Pangkalan AS di Kuwait, Eks Komandan: Tamparan untuk AS
Hadiyya QurrataAyyuun August 16, 2026 09:57 AM

- Jet tempur F-5 Iran terbang rendah jebol pangkalan Amerika Serikat (AS) di Kuwait.

Dugaan serangan jet Iran terhadap pangkalan AS itu, kini menjadi sorotan tajam mantan pejabat tinggi pertahanan Washington.

Mengutip Tribunnews pada (16/8), Mantan Komandan NORAD, Jenderal Glen VanHerck, menilai insiden tersebut memperlihatkan tantangan serius Washington.

Khususnya, dalam menangkal ancaman udara berkecepatan tinggi di ketinggian rendah.

Laporan yang beredar menyebut tiga pesawat F-5 Kowsar Iran yang dimodifikasi berhasil terbang menuju Kuwait dan menjatuhkan bom di sekitar Camp Buehring.

Taktik penerbangan nekat ini dilakukan pada ketinggian sangat rendah, bahkan diklaim berada di bawah 15 meter untuk menghindari jangkauan radar.

Selain terbang di bawah garis pandang radar (radar horizon), pilot Iran juga dilaporkan mematikan komunikasi radio demi mengecoh jaringan pertahanan udara.

Penetrasi F-5 Iran ini mengeksploitasi keterbatasan radar darat yang terhalang oleh kelengkungan bumi dan hambatan geografis.

Meskipun detail rute dan jumlah pesawat belum dikonfirmasi secara independen, klaim ini sudah cukup menjadi tamparan keras bagi keandalan sistem pertahanan AS.

Insiden tersebut juga dibayangi laporan friendly fire, di mana jet F/A-18 Kuwait secara keliru menembak tiga F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat.

Kekacauan identifikasi di udara ini diduga berkaitan erat dengan manuver pendadakan yang dilakukan oleh armada pesawat F-5 Iran tersebut.

Sejumlah pakar juga mempertanyakan kalkulasi teknis bahan bakar serta konfigurasi senjata yang memungkinkan F-5 menempuh rute bolak-balik Iran-Kuwait.

Bagi VanHerck, persoalan utamanya bukan sekadar kemampuan F-5, melainkan rentannya tata kelola komando pangkalan saat menghadapi serangan simultan.

Padahal, AS telah menggelar berbagai alutsista canggih seperti Patriot, THAAD, hingga pesawat AWACS untuk mengamankan wilayah udara pangkalan militer mereka.

Keberhasilan taktik terbang rendah Iran ini pun menguak celah fatal dalam jaringan pertahanan berlapis AS di tengah ancaman kombinasi rudal, drone, dan jet tempur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.