TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, menimbulkan dampak serius di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Pemerintah Kecamatan Reok mencatat sedikitnya 12 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Selain korban meninggal, puluhan warga juga mengalami luka-luka hingga gangguan kesehatan akibat trauma setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Camat Reok Rita Udin mengatakan, hingga Sabtu malam masih ada 21 korban yang menjalani perawatan di posko medis.
Sementara itu, sebanyak 51 korban lainnya telah dipulangkan dan kembali ke posko pengungsian masing-masing.
Baca juga: Warga Nangahale Sikka NTT Trauma Gempa Susulan, Mengungsi ke Bukit dan Tidur di Tenda Darurat
Situasi tersebut membuat warga dan pemerintah setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat di Kecamatan Reok juga telah diimbau untuk meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tiga titik evakuasi disiapkan sebagai tempat pengungsian warga, yakni Bukit Warang Kolong, Golo Sita, dan Bukit Tengku Romot.
Warga diarahkan menuju kawasan perbukitan atau dataran tinggi untuk menghindari risiko apabila gempa susulan kembali terjadi.
Di sisi lain, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah penduduk, toko, bangunan usaha, hingga fasilitas publik di wilayah Reok.
Hingga Sabtu malam, pemerintah kecamatan belum dapat memastikan jumlah total bangunan yang mengalami kerusakan karena petugas masih memprioritaskan penanganan para korban.
Pendataan kerusakan akan dilakukan lebih lanjut setelah proses evakuasi dan penanganan korban di sejumlah posko dapat berjalan dengan lebih optimal.
Pemerintah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai mencatat sebanyak 12 orang meninggal dunia dampak gempa bumi berkekuatan M 7.7 Mbay, Kabupaten Manggarai, Sabtu (15/8/2026).
Camat Reok, Rita Udin menerangkan, sementara tercatat 12 orang korban yang meninggal dunia dampak gempa bumi tersebut.
Sedangkan puluhan mengalami luka, luka dan sakit lain akibat trauma dengan gempa tersebut.
"Jadi untuk sementara yang masih dirawat di posko medis sekitar 21 orang korban, sementara 51 korban sudah di pulangkan ke posko masing-masing," terangnya.
Rita juga mengaku, dalam rangka waspada terhadap gempa susulan, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh masyarakat di Reok untuk mengungsi di dataran tinggi atau daerah pegunungan.
Ia menerangkan, ada tiga titik evakuasi yang telah ditentukan oleh tim yaitu Bukit Warang Kolong, Golo Sita, dan bukit Tengku Romot.
"Kita arahkan semua warga untuk mengungsi di lokasi tiga titik evakuasi ini," ujarnya.
Banyak Rumah Hingga Fasilitas Publik Rusak
Camat Rita juga mengatakan dampak gempa itu banyak rumah penduduk, tempat usaha seperti toko, bangunan usaha milik warga, hingga banyak fasilitas publik yang rusak.
"Untuk data jumlah bangunan yang rusak kita belum pastikan, karena saat ini kita masih fokus penangan korban," ujarnya.
(TribunNewsmaker.com/PosKupang/Robert Ropo)