521.300 Air Disalurkan kepada 6.484 Warga Terdampak Kekeringan Akibat El Nino di Mamuju Tengah
Ilham Mulyawan August 16, 2026 10:47 AM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Sebanyak 521.300 liter air bersih dibagikan Posko Satgas Cuaca Ekstrem dan Kekeringan Dampak El Nino, kepada 621 Kepala Keluarga (KK), atau sekitar 6.484 jiwa di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Angka ini berdasarkan data terbaru, Jumat 14 Agustus 2026.

Baca juga: Ojol Hingga Sopir di Mamuju Tengah Diberi Bendera Mini Jelang HUT RI ke-81 

Baca juga: Eksplorasi Logam Tanah Jarang di Takandeang Mamuju Dimulai PERMINAS Minta Warga Mendukung

Distribusi tersebut telah menjangkau 4 kecamatan dengan jumlah penerima manfaat tersebar di 18 desa di Kabupaten Mamuju Tengah. 

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja bersama berbagai unsur tergabung dalam Satgas dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Khususnya warga terdampak kondisi kekeringan dan mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Pemerintah kabupaten memastikan, berakhirnya status posko tidak berarti penanganan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dihentikan. 

Satgas tetap berjalan, namun mekanisme koordinasi dan pelaksanaan kegiatan selanjutnya dikembalikan kepada masing-masing instansi tergabung dalam Satgas, sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah, Ifrad, menjelaskan bahwa perubahan tersebut lebih kepada pola koordinasi dan keberadaan posko.

Sementara pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.

"Pelayanan air bersih tetap berjalan. Satgas tetap ada, hanya saja Posko Terpadu sudah berakhir dan masing-masing unsur kembali melaksanakan tugas melalui instansinya masing-masing," jelasnya saat dikonfirmasi Tribunsulbar, Minggu (16/8/2026). 

"Koordinasi tetap dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan," tambah Ifrad.

Tetap Disalurkan 

Dengan berakhirnya operasional Posko Terpadu, masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan air bersih melalui mekanisme masing-masing instansi atau unsur Satgas. 

Koordinasi di lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan kondisi.

Ia juga mengatakan, BPBD Kabupaten Mamuju Tengah juga mengimbau masyarakat tetap menyampaikan informasi terkait kebutuhan air bersih melalui jalur pelayanan pada masing-masing instansi. 

Dengan begitu, laporan dapat direkap, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti sesuai skala kebutuhan serta kondisi lapangan.

"Jadi, yang berakhir adalah masa operasional Posko Terpadu, bukan pelayanan air bersihnya. Satgas tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi perhatian bersama," tegas Ifrad.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.