48 Warga Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa Flores, Tim SAR Perluas Wilayah Pencarian
Oby Lewanmeru August 16, 2026 11:45 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MBAY -  Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) memasuki hari kedua setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Sejak pukul 06.00 WITA, personel bersama sejumlah Alat Utama (Alut) SAR telah dikerahkan ke berbagai titik yang menjadi prioritas operasi. 

Pencarian difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

Baca juga: Trauma Gempa Susulan, Warga Nangahale Sikka Mengungsi ke Bukit

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan akses menuju sejumlah wilayah terdampak yang sebelumnya terhambat akibat longsor mulai kembali terbuka.

Menurutnya, Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang ditugaskan melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur telah berhasil membuka akses darat menuju wilayah Reo.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fathur Rahman, Minggu (16/8/2026) pagi.

Dengan terbukanya akses tersebut, tim di lapangan kini dapat memperluas jangkauan penyisiran ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Tim SAR Gabungan juga terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap masyarakat yang terdampak. 

Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berbagai unsur potensi SAR terus diperkuat untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau.

48 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, sebanyak 112 orang tercatat terdampak gempa.

Jumlah ini tersebar di enam kabupaten di Pulau Flores yang terdampak gempa bumi yakni Kabupaten Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat,  Manggarai, Nagekeo, dan Kabupaten Ngada.

Dari jumlah tersebut, 48 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 64 orang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. 

Tim gabungan masih melakukan proses pencarian, pendataan, serta verifikasi di sejumlah lokasi terdampak sehingga jumlah korban berpotensi berubah seiring perkembangan operasi di lapangan.

Petugas juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi korban dapat dihimpun secara akurat.

Di tengah berlangsungnya operasi SAR, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. 

Informasi mengenai perkembangan penanganan bencana hendaknya diperoleh dari sumber resmi dan pihak yang berwenang.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dan pertolongan hingga seluruh wilayah prioritas dapat disisir dan masyarakat yang membutuhkan bantuan berhasil ditemukan.

Hingga laporan ini dibuat, data 48 korban meninggal dunia dan 64 korban luka masih merupakan hasil pendataan sementara hingga pukul 08.30 WITA. (bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.