Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Ribuan warga dari Kelurahan Kota Uneng dan Wolomarang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dievakuasi ke Stadion Gelora Samador Maumere, Sabtu (15/8/2026) malam, setelah gempa mengguncang wilayah Flores.
Warga dievakuasi menggunakan kendaraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta kendaraan TNI dan Polri menuju lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Setibanya di lokasi, warga menempati tenda-tenda yang telah disiapkan petugas. Sejumlah tenda masih belum mendapatkan penerangan karena petugas PLN masih melakukan pemasangan jaringan listrik di lokasi pengungsian.
Salah seorang warga terdampak, Maria Daresti, mengatakan dirinya dan warga lainnya memilih mengungsi karena rumah mereka berada tidak jauh dari pantai.
Baca juga: Diguncang Gempa, Ibu dan Anak di Nggorang Manggarai Barat Selamat dari Tembok Rumah Runtuh
Ia mengaku khawatir terjadi tsunami setelah gempa, terutama pada malam hari. Kekhawatiran itu juga dipengaruhi pengalaman bencana tsunami yang pernah terjadi di Palu.
“Karena rumah kami tinggal di dekat pantai, kami takut sekali. Karena pernah ada kejadian di Palu, gempanya pagi, malamnya baru tsunami. Karena sudah ada kejadian seperti itu, kami mengungsi di sini,” ujar Maria.
Warga juga membawa makanan dan minuman seadanya saat mengungsi. Maria mengatakan, para pengungsi masih membutuhkan kebutuhan dasar, terutama makanan dan minuman.
Hingga Sabtu malam, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas BPBD Sikka juga terus mendirikan tenda untuk menampung warga yang mengungsi di kawasan Stadion Gelora Samador Maumere.