4 Desa di Mamasa dan Mamuju Bakal Merdeka Listrik di 2026 Pembangunan Listrik Desa di 84 Titik
Ilham Mulyawan August 16, 2026 11:47 AM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan dan silaturahmi dengan Manajer PT. PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat, Heryanto, Kamis 13 Agustus pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Manajer PT. PLN UP2K Sulbar, Heryanto, memaparkan rencana pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di Sulbar pada tahun 2026, yang akan menyasar 84 lokasi. 

Baca juga: 524 Calon Penerima Beasiswa Sulbar Ikut Pembekalan Murdanil Beri Waktu Sebulan Lengkapi Dokumen

Baca juga: Senam Bersama di CFD Mamuju Gubernur SDK Bagikan Kupon Belanja Rp81 Juta kepada Masyarakat

Empat di antaranya merupakan desa baru yang sama sekali belum memiliki jaringan listrik PLN, yaitu Desa Ulumambi dan Sikamase di Kecamatan Bambang, Desa Pangandaran di Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, serta Desa Siraun di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. 

Sisanya merupakan desa-desa lama dengan sasaran dusun-dusun yang hingga kini masih belum menikmati aliran listrik dari PLN.

Heryanto juga mengungkapkan bahwa lokasi yang sempat viral di media sosial, yakni Dusun Marende dan Cendana Desa Kaleok, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, akan segera dibangun jaringan listrik. 

Sementara untuk Dusun Tandipura dan Atolibani, masih dalam proses perizinan karena berada di kawasan hutan lindung. 

Menariknya, meskipun target Lisdes 2026 berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 baru mencakup 8 dusun dengan rincian calon pelanggan 797 sambungan pelanggan, jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 44,07 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) 14,49 kms, dan gardu 500 kVA, namun PLN berkomitmen untuk mempercepat eksekusi di tahun 2026 ini hingga mencapai 84 lokasi.

Masuk Kawasan Hutan Lindung

Di sisi lain, Heryanto juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan yang sebagian besar rusak dan ekstrem serta beberapa lokasi masuk dalam kawasan hutan. 

Oleh karena itu, pihak PLN meminta dukungan gubernur dan bupati melalui Dinas PUPR dan DLHK Provinsi Sulawesi Barat untuk dapat membangun akses jalan menuju lokasi pembangunan Lisdes, guna memperlancar distribusi material dan mempercepat penyelesaian proyek sesuai dengan kewenangan masing-masing serta membantu percepatan proses pengurusan izin melintasi kawasan hutan untuk 13 Lokasi yang masuk dalam rencana 2026 ini.

Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan PLN dalam menyelesaikan berbagai tantangan elektrifikasi di daerah. 

“Melalui program Listrik Desa dan bantuan penyambungan listrik rumah tangga miskin, diharapkan target penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai,” kata Bujaeramy. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.