Digitalisasi UMKM tersebut didampingi Tim KKN Bahari Bawean Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT). Program ini dilakukan untuk membantu pelaku usaha lokal memperluas akses pasar sekaligus mempermudah transaksi dengan konsumen.
Pendampingan dilakukan secara langsung dengan metode door-to-door kepada 10 UMKM di Desa Tambak.
Program tersebut berangkat dari kondisi sejumlah pelaku UMKM yang masih mengandalkan transaksi tunai dan pelanggan dari lingkungan sekitar.
Baca juga: Pemkot Gelar Doa Bersama untuk Pembukaan 24 Jam Makam Bung Karno Kota Blitar
Selain itu, beberapa lokasi usaha belum tercantum di layanan peta digital. Kondisi tersebut membuat keberadaan usaha warga belum mudah ditemukan konsumen, khususnya masyarakat dari luar Desa Tambak.
Koordinator Program Kerja Digitalisasi UMKM Kelompok KKN Bahari Bawean UPNVJT, Fizza Alimah, mengatakan program tersebut bertujuan memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mempermudah transaksi keuangan pelaku UMKM.
Berdasarkan pendataan awal, masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki lokasi usaha di peta digital dan belum menggunakan metode pembayaran non-tunai.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN Bahari Bawean UPNVJT memberikan pendampingan kepada 10 unit UMKM di Desa Tambak.
UMKM yang mendapatkan pendampingan bergerak di berbagai sektor, mulai dari usaha olahan hasil laut, toko kelontong hingga pusat oleh-oleh.
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tambak, Ukding, mengatakan pemanfaatan layanan digital tersebut dapat membantu operasional pelaku usaha lokal.
Menurutnya, keberadaan pembayaran non-tunai menjadi salah satu kemudahan bagi konsumen dari luar daerah yang tidak membawa uang tunai ketika berkunjung ke Desa Tambak.
Salah satu pelaku UMKM penerima manfaat adalah Rahma, pemilik usaha Ayam Geprek.
Setelah proses tersebut, lokasi usahanya kini dapat dicari melalui aplikasi navigasi di ponsel.
Pendampingan digitalisasi tersebut memberikan perubahan langsung bagi pelaku UMKM penerima manfaat.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya membantu memperkenalkan lokasi usaha, tetapi juga memberikan pilihan transaksi yang lebih beragam kepada konsumen.
Sementara itu, kode QRIS yang telah terverifikasi diserahkan Tim KKN UPNVJT kepada masing-masing pemilik usaha dalam bentuk cetak.
Kode tersebut selanjutnya dapat ditempatkan di area kasir atau meja toko agar mudah digunakan konsumen saat melakukan pembayaran.
Melalui program digitalisasi UMKM Desa Tambak, KKN Bahari Bawean UPNVJT berharap pendampingan tersebut menjadi langkah awal bagi pelaku usaha lokal untuk terus memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnis.
(Tribunmataraman.com)