TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Setelah mendapatkan perawatan selama enam hari, Muksin Dondo menghembuskan nafas terakhirnya di RSU Prof Kandou Manado, Minggu 16 Juli 2026 dinihari.
Muksin menjadi korban kesembilanndalam tragedi drag race maut di Kotamobagu.
Pantauan Tribunmanado.co.id, jenazah Muksin Dondo sudah tiba di rumah duka, di kelurahan Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu.
Puluhan keluarga dan warga mulai berdatangan ke rumah duka.
Mereka mulai mengatur kursi di halaman rumah duka yang nantinya digunakan untuk ibadah pemakaman.
Ibadah pemakaman korban direncanakan akan digelar pada pukul 14.00 Wita.
"Pemakamannya siang ini. Karena jenazah sudah datang sejak pukul 11.00 Wita," ujar salah satu pelayat.
Menurut para tetangga, korban dikenal ramah.
Ia juga sudah dua kali menonton drag race maut di jalan A P Mokoginta.
"Korban ini ramah dan sangat baik. Kami tak menduga akan berpulang secepat ini," ujar salah seorang tetangga.
Hingga pukul 11.49 Wita belum ada kunjungan dari Wali Kota Kotamobagu di rumah duka korban.
Daftar 9 Korban Meninggal Tragedi Drag Race Maut di Upai:
1.Risna Longkun: Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow
2. Harianti Mokoginta: Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow
3. Lisma Mokoginta: Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow
4. Ali Ponamon: Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu
5. Bio Mokoagow: Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow
6. Nilawati Mokodongan: Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu
7. Rugaina Manangin: Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow
8. Ali YoYang: Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow
9. Muksin Dondo, Warga Pontodon Timur Kotamobagu
Korban Luka
1.Murdani Pobela : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
2.Arhan Mokoginta : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
3.Rapiska Mokodongan : Genggulang (luka berat)
4.Enjelia Lito : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
5.Prasetio Mokodongan : Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan)
6. Nur Almira Pobela : Perempuan, Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
7. Hadi Toisi : Pangian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
8. Rina Longkun : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)
9. Djohar Mokoginta, Laki-laki
Tragedi drag race maut di Upai, Kotamobagu terjadi pada Minggu 9 Agustus sekitar 16.00 Wita.
Kasus ini hingga kini masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Polda Sulawesi Utara telah menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Ditlantas Polda Sulut, Polres Kotamobagu dan Korlantas Polri untuk mengungkap secara ilmiah rangkaian kecelakaan tersebut.
Selain pengemudi, kepolisian juga mendalami peran panitia serta mekanisme penyelenggaraan kegiatan.
Sejumlah pihak telah diperiksa dan proses penyelidikan masih berlangsung.
Minggu sore, 10 Agustus 2026, jalanan A.P. Mokoginta yang melintasi Kelurahan Upai hingga Kelurahan Pontodon, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara riuh dengan suara mobil yang melaju kencang.
Turnamen Drag Race skala regional sedang digelar di sana.
Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.
Kerumunan warga memadati kiri kanan jalan di ujung garis finis perlombaan.
Batas mereka dengan lintasan drag hanya dipagari rangkaian kayu yang mudah patah jika terkena hantaman keras.
Perlombaan yang awalnya berlangsung seru tersebut berubah menjadi tragedi, manakala Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe tergelincir setelah berhasil melewati garis finis.
Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap.
Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.
Namun, setelah melewati garis finis sekitar 100 meter, sang pengemudi diduga hilang kendali, hingga mobil meluncur liar sejauh 30 meter dan berbelok secara ekstrem lantas menghantam belasan warga yang sedang menonton jalannya perlombaan.
Bahkan gerobak bakso yang ada di sana juga ikut tersambar hingga porakporanda.
Mobil tersebur terhenti di atas selokan.
Sembilan orang meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka serius. Ada yang patah kaki, cedera rusuk hingga kepala.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini. (Nie)