Kisah Haru di Tengah Gempa Flores, Herlina Melahirkan di Tempat Darurat, Bayi Diberi Nama Gempita
Wawan Perdana August 16, 2026 01:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, FLORES-Seorang ibu hamil bernama Herlina Bunga, terpaksa melahirkan di tempat darurat saat gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Saat gempa terjadi, Agnes, biasa disapa, sudah berada di Puskesmas Paga dan memasuki fase pembukaan lengkap. 

Demi menghindari risiko bangunan roboh atau gempa susulan, tenaga kesehatan (nakes) mengevakuasinya ke halaman TK Poli Pawe Alvarez.

Dengan peralatan seadanya, sekat kain, dan perlindungan dari truk serta ambulans yang disiagakan, pasien melahirkan anak ketiganya secara normal di atas mobil ambulans pada pukul 09.02 WITA.

Bayi berjenis kelamin perempuan lahir selamat dengan berat 3,6 kg.

Tangisan bayi di tengah situasi darurat itu menjadi kabar bahagia bagi Agnes, keluarga, serta para tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan.

Bayi perempuan tersebut kemudian diberi nama Agustin Gempita Aurora. Nama Gempita dipilih karena bayi tersebut lahir tepat pada hari ketika gempa kuat mengguncang wilayah Flores.

Kepala Puskesmas Paga, Gabriel Pelo Panditi, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu siang.

Gabriel mengatakan, ketika gempa terjadi, Herlina Bunga sudah dalam kondisi pembukaan lengkap dan membutuhkan pertolongan persalinan.

“Jadi dievakuasi ke tempat yang lebih aman, kondisi sekarang sudah melahirkan dengan selamat,” ujar Gabriel, Sabtu (15/8/2026) siang.

Setelah melahirkan, Herlina Bunga dan bayinya belum langsung dibawa kembali ke ruang perawatan di dalam gedung puskesmas.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan. Untuk sementara, ibu dan bayi dirawat di tempat terbuka, tepatnya di bawah pohon johar di halaman Kantor Camat Paga.

Gabriel mengatakan, kondisi ibu dan bayi terus dipantau oleh tenaga kesehatan sembari menunggu situasi dinilai aman.

“Belum masuk ke ruang perawatan karena takut gempa susulan, jadi sekarang ibu dan anak sedang dirawat di bawah pohon johar di halaman Kantor Camat Paga,” jelasnya.

Menurut Gabriel, setelah masa nifas dan kondisi ibu serta bayi dinilai baik, keduanya dapat diperbolehkan pulang berdasarkan anjuran dokter.

Kelahiran Agustin Gempita Aurora menjadi salah satu kisah haru di tengah bencana gempa yang mengguncang Flores. 

48 Orang Meninggal

Sebanyak 48 orang dilaporkan meninggal dunia dan 64 orang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, Minggu (16/8/2026). Korban tersebar di enam kabupaten di Pulau Flores, yakni Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Nagekeo, dan Ngada.

Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Pencarian diprioritaskan di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta wilayah Reo, Kabupaten Manggarai.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan personel bersama sejumlah alat utama SAR telah dikerahkan sejak pukul 06.00 WITA ke sejumlah titik yang menjadi prioritas operasi.

Menurut Fathur, akses menuju beberapa wilayah terdampak yang sebelumnya terhambat akibat longsor mulai kembali terbuka.

Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang ditugaskan melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur telah berhasil membuka akses darat menuju wilayah Reo.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor,” ujar Fathur Rahman, Minggu (16/8/2026) pagi.

Terbukanya akses tersebut memungkinkan tim memperluas penyisiran ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.