TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menghadapi kondisi jalan macet berjam-jam berisiko memicu mesin mobil mengalami overheat. Kondisi stop-and-go dalam durasi panjang juga memberikan tekanan yang jauh lebih besar terhadap kendaraan dibanding perjalanan normal.
Mesin terus menyala dalam waktu lama, sistem pendingin bekerja tanpa henti, dan rem digunakan berulang kali, serta aki dan sistem kelistrikan tetap memasok daya untuk AC, lampu dan perangkat elektronik di dalam mobil membuat mobil berisiko mogok.
Yang menjadi persoalan, banyak pengendara tidak mengetahui langkah yang harus diambil ketika kendaraan mulai bermasalah di tengah kemacetan atau saat menempuh perjalanan jauh.
Sebagian memilih tetap memaksakan mobil berjalan hingga akhirnya kerusakan menjadi lebih parah, sementara yang lain kebingungan mencari bantuan karena berada jauh dari bengkel atau sedang berada di ruas jalan dengan akses terbatas.
Menurut Ardy Alam, CEO Garasi, tidak semua gangguan kendaraan harus ditangani dengan cara yang sama. Hal terpenting adalah mengetahui apakah masalah masih dapat diselesaikan di lokasi atau justru membutuhkan evakuasi kendaraan.
"Kemacetan memang tidak bisa dihindari, tetapi risiko yang muncul akibat kemacetan bisa dipersiapkan. Banyak kendala sebenarnya masih bisa ditangani langsung di lokasi sehingga pengendara tidak perlu panik," ujar Andy dalam keterangan pers tertulis dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca juga: Empat Pilihan Karakter SUV Jetour di GIIAS 2026, dari Model ICE Sampai PHEV
Andy menyarankan, jika kendaraan sudah tidak aman untuk melanjutkan perjalanan, evakuasi menggunakan towing menjadi pilihan yang jauh lebih aman dibanding memaksakannya tetap berjalan.
"Ketika kendaraan mengalami kerusakan yang membuat perjalanan tidak dapat dilanjutkan, langkah paling aman adalah segera melakukan evakuasi menggunakan layanan towing," ujarnya.
Biasanya, biaya layanan towing dihitung berdasarkan jarak pengantaran dari titik pengambilan ke lokasi tujuan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengendara.
Baca juga: Pikap yang Fleksibel, Isuzu Traga Disulap Jadi Armada Salon Keliling di GIIAS 2026
Berikut Empat Pertimbangan Kendaraan Harus Di-towing:
Andy menambahkan, memaksakan kendaraan tetap berjalan dalam kondisi tersebut justru berisiko memperparah kerusakan dan membuat biaya perbaikan menjadi jauh lebih besar.
Dia mengatakan, layanan towing kendaraan membantu proses evakuasi kendaraan secara cepat dan aman menggunakan jaringan partner towing yang tersedia secara nasional selama area layanan terjangkau.
Baca juga: Hino Beber 4 Kriteria Standarisasi Karoseri Truk dan Bus, Pre-delivery Sudah Terdigitalisasi
Dia menyebutkan, pada layanan seperti Towing Express, kendaraan dapat diantarkan ke lokasi yang diinginkan pelanggan, baik ke rumah, bengkel langganan, maupun bengkel rekanan.
Namun, bagi pengendara yang menginginkan perlindungan lebih menyeluruh, pihaknya memiliki program berlangganan yang bernama Asisten Darurat untuk berbagai situasi tak terduga di jalan, tanpa perlu khawatir mencari bantuan saat kondisi darurat terjadi.
Model berlangganan ini berlaku selama 12 bulan dengan hingga 3 kali penggunaan layanan.
Ardy mengatakan, selama periode 7–31 Agustus 2026, memperingati hari ulang tahun ke-9, pihaknya mendiskon biaya berlangganan Asisten Darurat yang tadinya Rp750 ribu, menjadi Rp200 ribu dengan persediaan terbatas.
Selain evakuasi kendaraan, juga mencakup jumper aki saat mobil tidak bisa distarter, penggantian ban, pengantaran bahan bakar ketika kendaraan kehabisan BBM, hingga penanganan saat kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan.