Empat Pertimbangan Kendaraan Harus Ditowing untuk Cegah Risiko Lebih Parah
Choirul Arifin August 16, 2026 01:21 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menghadapi kondisi jalan macet berjam-jam berisiko memicu mesin mobil mengalami overheat. Kondisi stop-and-go dalam durasi panjang juga memberikan tekanan yang jauh lebih besar terhadap kendaraan dibanding perjalanan normal. 

Mesin terus menyala dalam waktu lama, sistem pendingin bekerja tanpa henti, dan rem digunakan berulang kali, serta aki dan sistem kelistrikan tetap memasok daya untuk AC, lampu dan perangkat elektronik di dalam mobil membuat mobil berisiko mogok.

Yang menjadi persoalan, banyak pengendara tidak mengetahui langkah yang harus diambil ketika kendaraan mulai bermasalah di tengah kemacetan atau saat menempuh perjalanan jauh. 

Sebagian memilih tetap memaksakan mobil berjalan hingga akhirnya kerusakan menjadi lebih parah, sementara yang lain kebingungan mencari bantuan karena berada jauh dari bengkel atau sedang berada di ruas jalan dengan akses terbatas.

Menurut Ardy Alam, CEO Garasi, tidak semua gangguan kendaraan harus ditangani dengan cara yang sama. Hal terpenting adalah mengetahui apakah masalah masih dapat diselesaikan di lokasi atau justru membutuhkan evakuasi kendaraan. 

"Kemacetan memang tidak bisa dihindari, tetapi risiko yang muncul akibat kemacetan bisa dipersiapkan. Banyak kendala sebenarnya masih bisa ditangani langsung di lokasi sehingga pengendara tidak perlu panik," ujar Andy dalam keterangan pers tertulis dikutip Minggu, 16 Agustus 2026.

Baca juga: Empat Pilihan Karakter SUV Jetour di GIIAS 2026, dari Model ICE Sampai PHEV

Andy menyarankan, jika kendaraan sudah tidak aman untuk melanjutkan perjalanan, evakuasi menggunakan towing menjadi pilihan yang jauh lebih aman dibanding memaksakannya tetap berjalan.

"Ketika kendaraan mengalami kerusakan yang membuat perjalanan tidak dapat dilanjutkan, langkah paling aman adalah segera melakukan evakuasi menggunakan layanan towing," ujarnya.

Biasanya, biaya layanan towing dihitung berdasarkan jarak pengantaran dari titik pengambilan ke lokasi tujuan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengendara.

Baca juga: Pikap yang Fleksibel, Isuzu Traga Disulap Jadi Armada Salon Keliling di GIIAS 2026

Berikut Empat Pertimbangan Kendaraan Harus Di-towing: 

  • Kondisi Darurat di Jalan
    Kondisi ini biasanya terjadi saat mobil mogok total seperti mesin mati, kelistrikan total padam, atau transmisi rusak sehingga roda tidak bisa berputar. Dikutip dari Gridoto, penanganan mobil matic yang mogok juga direkomendasikan menggunakan towing.
  • Kendaraan terlibat kecelakaan
    Kendaraan harus di-towing jika bodi atau roda mobil rusak parah dan sangat berbahaya atau tidak layak jika dipaksa dikemudikan.
  • Habis terendam banjir
    Pasca terjadi banjir biasanya kebutuhan towing kendaraan melonjak tajam. Kendaraan yang habis terendam banjir untuk mengevakuasinya ke bengkel untuk perbaikan total sebaiknya menggunakan jasa towing. Hal ini demi menghindari risiko korsleting atau kerusakan mesin fatal jika mesin mobil dinyalakan di area banjir.
  • Kerusakan komponen vital
    Kendaraan yang sedang mengalami masalah pada sistem rem, as roda patah, atau ban copot/pecah di lokasi yang jauh dari bengkel sebaiknya dievakuasi menggunakan armada towing daripada memaksakan jalan demi mencegah risiko lebih parah.

Andy menambahkan, memaksakan kendaraan tetap berjalan dalam kondisi tersebut justru berisiko memperparah kerusakan dan membuat biaya perbaikan menjadi jauh lebih besar. 

Dia mengatakan, layanan towing kendaraan membantu proses evakuasi kendaraan secara cepat dan aman menggunakan jaringan partner towing yang tersedia secara nasional selama area layanan terjangkau. 

Baca juga: Hino Beber 4 Kriteria Standarisasi Karoseri Truk dan Bus, Pre-delivery Sudah Terdigitalisasi

Dia menyebutkan, pada layanan seperti Towing Express, kendaraan dapat diantarkan ke lokasi yang diinginkan pelanggan, baik ke rumah, bengkel langganan, maupun bengkel rekanan.

Namun, bagi pengendara yang menginginkan perlindungan lebih menyeluruh, pihaknya memiliki program berlangganan yang bernama Asisten Darurat untuk berbagai situasi tak terduga di jalan, tanpa perlu khawatir mencari bantuan saat kondisi darurat terjadi.

Model berlangganan ini berlaku selama 12 bulan dengan hingga 3 kali penggunaan layanan.

Ardy mengatakan, selama periode 7–31 Agustus 2026, memperingati hari ulang tahun ke-9, pihaknya mendiskon biaya berlangganan Asisten Darurat yang tadinya Rp750 ribu, menjadi Rp200 ribu dengan persediaan terbatas. 

Selain evakuasi kendaraan, juga mencakup jumper aki saat mobil tidak bisa distarter, penggantian ban, pengantaran bahan bakar ketika kendaraan kehabisan BBM, hingga penanganan saat kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.