Komoditas Pangan Terpantau Stabil di Pasar Binaiya Masohi, Cabai Rawit Rp 65 Ribu per Kilo
Mesya Marasabessy August 16, 2026 01:49 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Binaiya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah terpantau stabil pada pekan kedua Agustus 2026.

‎Berdasarkan pantauan TribunAmbon, Minggu (16/8/2026) sekira pukul 10.30 WIT, aktivitas jual beli di pasar induk Maluku Tengah itu berjalan normal. Pedagang dan pembeli tampak ramai sejak pagi.

‎Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah cabai rawit. Harga cabai rawit saat ini dijual Rp 65 ribu per kilo. Angka tersebut belum mengalami perubahan signifikan dibanding pekan sebelumnya.

‎Pedagang di Pasar Binaiya menyebut stok kebutuhan pokok lainnya juga aman. Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur belum mengalami gejolak.

‎“Alhamdulillah harga masih stabil. Pembeli juga tidak terlalu banyak mengeluh karena belum ada kenaikan yang tajam,” ujar Rita, salah satu pedagang eceran di Pasar Binaiya.

‎Selain cabai rawit komoditas penyumbang inflasi lainnya masih dipasarkan normal yakni bawang merah Rp 46 ribu dan bawang putih Rp 45 ribu.

‎Adapula telur ayam beras yang saat ini dijual pedagang Rp 60 ribu per rak,  dijual eceran Rp 10 ribu per empat butir telur ayam.

‎Di sisi lain, harga tomat juga terpantau murah yakni disalurkan distributor dengan harga Rp 10 ribu per kilo. 

‎Sementara itu, harga ikan kawalinya saat ini dipasarkan pedagang Rp 20 ribu per tumpuk, stok ikan yang digemari masyarakat ini nampak menipis akibat gelombang laut.

Baca juga: Bupati Kukuhkan 40 Paskibraka Maluku Tengah, Tekankan Semangat Kebangsaan

Baca juga: Semesta Berpihak! 4 Zodiak Ini Diprediksi Raih Cinta, Pengakuan, dan Kesuksesan

‎Hal tersebut dibenarkan salah satu pedagang ikan di pasar Binaiya sebut saja Mama Bunga, ia menyatakan gelombang laut yang tinggi menyebabkan nelayan terbatas mendapatkan ikan kawalinya

‎Alhasil stok ikan kawalinya atau ikan selar cukup terbatas, namun dikatakan masih dalam kondisi normal. 

‎"Berapa hari ini kan angin, ombak kuat, makanya galombang laut bikin nelayan susah dapat ikan," jelas Mama Bunga. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.