Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Binaiya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah terpantau stabil pada pekan kedua Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan TribunAmbon, Minggu (16/8/2026) sekira pukul 10.30 WIT, aktivitas jual beli di pasar induk Maluku Tengah itu berjalan normal. Pedagang dan pembeli tampak ramai sejak pagi.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah cabai rawit. Harga cabai rawit saat ini dijual Rp 65 ribu per kilo. Angka tersebut belum mengalami perubahan signifikan dibanding pekan sebelumnya.
Pedagang di Pasar Binaiya menyebut stok kebutuhan pokok lainnya juga aman. Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur belum mengalami gejolak.
“Alhamdulillah harga masih stabil. Pembeli juga tidak terlalu banyak mengeluh karena belum ada kenaikan yang tajam,” ujar Rita, salah satu pedagang eceran di Pasar Binaiya.
Selain cabai rawit komoditas penyumbang inflasi lainnya masih dipasarkan normal yakni bawang merah Rp 46 ribu dan bawang putih Rp 45 ribu.
Adapula telur ayam beras yang saat ini dijual pedagang Rp 60 ribu per rak, dijual eceran Rp 10 ribu per empat butir telur ayam.
Di sisi lain, harga tomat juga terpantau murah yakni disalurkan distributor dengan harga Rp 10 ribu per kilo.
Sementara itu, harga ikan kawalinya saat ini dipasarkan pedagang Rp 20 ribu per tumpuk, stok ikan yang digemari masyarakat ini nampak menipis akibat gelombang laut.
Baca juga: Bupati Kukuhkan 40 Paskibraka Maluku Tengah, Tekankan Semangat Kebangsaan
Baca juga: Semesta Berpihak! 4 Zodiak Ini Diprediksi Raih Cinta, Pengakuan, dan Kesuksesan
Hal tersebut dibenarkan salah satu pedagang ikan di pasar Binaiya sebut saja Mama Bunga, ia menyatakan gelombang laut yang tinggi menyebabkan nelayan terbatas mendapatkan ikan kawalinya
Alhasil stok ikan kawalinya atau ikan selar cukup terbatas, namun dikatakan masih dalam kondisi normal.
"Berapa hari ini kan angin, ombak kuat, makanya galombang laut bikin nelayan susah dapat ikan," jelas Mama Bunga. (*)