Milad Damai Aceh ke-21, Pasak Opat Nenggeri Linge: Adat Adalah Fondasi Kedamaian
Mawaddatul Husna August 16, 2026 01:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo.com Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, memberikan apresiasi tinggi kepada Panitia Pelaksana dan Gubernur Aceh atas terselenggaranya Peringatan Milad Perdamaian Aceh ke-21.

Kehadiran Reje Linge ke-21, Reje Linge Juhursyah, dalam undangan resmi Gubernur Aceh dinilai sebagai penegasan bahwa adat merupakan pilar utama dalam menjaga dan merawat perdamaian di Bumi Serambi Mekkah.

"Perdamaian Aceh akan abadi jika adat menjadi fondasi.

Kehadiran para pewaris Kesultanan Aceh dan Reje Linge ke-21 hari ini adalah bukti nyata reintegrasi yang kokoh pasca-konflik berkepanjangan," ujar Zam Zam Mubarak di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Suasana khidmat mewarnai acara saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.

Momentum tersebut menjadi simbol bahwa Aceh yang damai tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pasak Opat Nenggeri Linge menilai penguatan lembaga adat dalam setiap kebijakan pemerintah merupakan kunci utama untuk menjaga perdamaian yang berkelanjutan.

"Selama adat dihormati dan dilibatkan, perpecahan tidak akan terjadi. Adat menyatukan, menuntun, dan mengawal. Inilah ruh perdamaian Aceh," kata Zam Zam.

Perdamaian Harus Diwujudkan Melalui Kesejahteraan Masyarakat

Zam Zam menegaskan bahwa Aceh harus berani mengejar kemajuan peradaban. 

Menurutnya, perdamaian tidak boleh berhenti pada momentum seremoni semata, melainkan harus diwujudkan melalui kesejahteraan masyarakat.

"Keistimewaan Aceh harus diperkuat dalam kerangka NKRI.

Kekuatan diplomasi ekonomi harus menjadi posisi tawar kita untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan bencana yang dihadapi Aceh saat ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat modal sosial masyarakat, seperti gotong royong, kepedulian, dan persatuan.

"Narasi kesejahteraan dan keistimewaan harus dipadukan.

Aceh harus membuktikan kembali kejayaannya sebagai pemimpin di Selat Malaka melalui perdagangan, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai Islam," pungkasnya.

Pasak Opat Nenggeri Linge menyatakan komitmennya untuk berdiri di garda terdepan bersama Pemerintah Aceh dalam mengawal implementasi perdamaian, menjaga nilai-nilai adat, serta mempercepat pembangunan ekonomi rakyat. (*)

Baca juga: Terobosan Satu Data, Diskominfo Aceh Tengah Luncurkan Inovasi SAPA Berbasis AI

Baca juga: Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Stabil, Petani Mulai Bersiap Hadapi Panen Raya

Baca juga: PGRI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Rp120 Juta untuk Guru dan Siswa Korban Kebakaran di Jagong Jeget

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.