Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah
TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Harga cabai caplak di tingkat pedagang pasar tradisional Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh masih melambung tinggi di kisaran Rp 60.000 per kilogram (kg).
Bertahannya harga yang tergolong mahal ini telah berlangsung selama lebih dari dua pekan akibat minimnya pasokan dari petani lokal pascacuaca ekstrem.
Berdasarkan pantauan TribunGayo.com pada Minggu (16/8/2026) di Pasar Mingguan Simpang Balek dan Pasar Tradisional Simpang Tiga Redelong, belum ada tanda-tanda penurunan harga pada komoditas pedas tersebut.
Salah satu pedagang di Pasar Mingguan Simpang Balek, Muklisin mengungkapkan bahwa mahalnya harga cabai caplak dipicu oleh minimnya stok yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan pasar.
"Stok dari petani memang sangat terbatas. Karena barangnya sedikit tapi permintaan tetap tinggi, harganya bertahan di angka Rp 60.000 per kilo," ujar Muklisin.
Hal senada disampaikan oleh Maryanto, pedagang di Pasar Tradisional Simpang Tiga Redelong.
Menurutnya, kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan dataran tinggi Gayo belakangan ini menjadi penyebab utama merosotnya hasil panen petani.
"Banyak buah cabai yang rontok dan membusuk sebelum matang sempurna akibat cuaca ekstrem.
Alhasil, biaya perawatan membengkak, sementara hasil panen justru menyusut tajam," beber Maryanto.
Sementara tingginya harga cabai caplak ini mulai berimbas langsung pada daya beli masyarakat.
Sebagian besar konsumen memilih untuk mengurangi jumlah pembelian demi menyiasati pembengkakan pengeluaran harian.
Kondisi ini turut menyita perhatian warga setempat, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi daerah.
Masyarakat berharap adanya intervensi pasokan dari daerah tetangga agar harga cabai caplak di pasaran Bener Meriah dapat kembali stabil. (*)
Baca juga: Wakil Bupati Armia Kukuhkan 45 Anggota Paskibraka Bener Meriah
Baca juga: Harga Kopi Merah Arabika Gayo di Bener Meriah Bertahan Rp22.000 Per Bambu
Baca juga: Harga Emas Murni dan London di Bener Meriah Turun Tipis, Pasar Terpantau Lesu