Bupati Safaruddin Minta Masyarakat Abdya Jaga Perdamaian dan Teguh di Bawah Sang Saka Merah Putih
Faisal Zamzami August 16, 2026 02:03 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun. Ia juga meminta masyarakat Abdya tetap teguh menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan itu disampaikan Safaruddin menanggapi insiden yang terjadi dalam peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang dikemas melalui kegiatan zikir dan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Safaruddin, perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

"Kemarin ada insiden yang terjadi di Aceh, ada korban dan air mata. Seyogyanya perdamaian yang sudah berjalan 21 tahun ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata Safaruddin saat pengukuhan Paskibraka Abdya di Lobi Kantor Bupati Abdya, Sabtu malam (15/8/2026).

Ia berharap tidak ada lagi permusuhan dan pertikaian antarsesama yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya meminta kepada masyarakat Abdya khususnya tetap teguh di bawah Sang Saka Merah Putih. Kita rawat dan jaga perdamaian ini. Sudah cukup masa konflik kita lalui. Sekarang saatnya kita berbenah untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik. Biarlah Aceh merdeka di dalam bingkai kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Bupati Safaruddin Ingin Anak Abdya Tumbuh Menjadi Generasi Cerdas dan Berkarakter

Safaruddin mengatakan, perdamaian harus diisi dengan berbagai upaya pembangunan, keadilan, persaudaraan, pendidikan, kesejahteraan, serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Abdya, lanjutnya, semangat perdamaian harus menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan visi “Abdya Maju, Masyarakat Sejahtera.”

"Kita ingin Abdya menjadi daerah yang aman, religius, harmonis, dan terus bergerak maju, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi jati diri kita," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbedaan serta menyatukan hati dan niat demi menjaga kedamaian yang telah diperjuangkan selama ini.

"Sesungguhnya, yang kita wariskan kepada anak cucu kita bukan hanya tanah dan pembangunan, tetapi juga suasana damai yang memungkinkan mereka bermimpi, belajar, bekerja, dan membangun masa depan. Selamat Hari Damai Aceh ke-21," pungkas Safaruddin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.