Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Smartphone yang terkena atau terendam air tidak boleh ditangani sembarangan.
Kesalahan saat melakukan pertolongan pertama justru dapat memicu korsleting, korosi, hingga kerusakan yang lebih parah.
Meski banyak smartphone terbaru memiliki ketahanan terhadap air atau percikan dengan standar seperti IPX5, IPX7, dan IPX8, sejumlah bagian tetap berisiko kemasukan air.
“Meskipun banyak smartphone terbaru memiliki kemampuan tahan air atau percikan dengan standar seperti IPX5, IPX7, dan IPX8, bagian konektor pengisian daya, speaker, mikrofon, serta lubang earphone tetap berisiko kemasukan air,” ungkap Nakamura, seorang ahli ponsel di Jepang, kepada Tribunnews.com, Jumat (15/8/2026).
Berikut sejumlah hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika smartphone terkena atau terendam air:
Jangan Mengisi Daya Saat Masih Basah
Smartphone yang masih basah tidak boleh langsung dihubungkan dengan pengisi daya, kabel USB, earphone, maupun perangkat lainnya.
Air yang terdapat pada konektor USB Type-C atau Lightning dapat menyebabkan korsleting dan berpotensi merusak smartphone maupun perangkat yang tersambung.
Baca juga: Stok Nomor Ponsel Menipis, Jepang Siapkan Awalan Baru 060
Beberapa model smartphone memiliki sensor yang dapat mendeteksi kelembapan pada konektor.
Perangkat kemudian akan menampilkan peringatan dan menonaktifkan fungsi pengisian daya.
Selama peringatan tersebut masih muncul, pengguna sebaiknya tidak menghubungkan perangkat apa pun ke konektor.
Jangan Membiarkan Air Laut atau Air Kotor Menempel
Ketahanan air pada smartphone umumnya diuji dalam kondisi tertentu, seperti menggunakan air tawar pada suhu normal.
Perlindungan tersebut tidak serta-merta berarti perangkat aman dari air laut, air kolam renang, air panas, air mandi, atau air berlumpur.
Kandungan garam, klorin, pasir, dan kotoran dapat meningkatkan risiko korosi serta mengganggu komponen internal.
Jika smartphone terkena air laut atau cairan kotor, perangkat dapat dibilas secara perlahan menggunakan air tawar atau air keran, jika tindakan tersebut memang diperbolehkan dalam petunjuk resmi produsen.
Jangan Membilas dengan Aliran Air Terlalu Kuat
Saat membersihkan sisa garam atau kotoran, hindari menempatkan smartphone langsung di bawah aliran air keran yang deras.
Tekanan air yang terlalu kuat berpotensi menembus celah pada lapisan pelindung perangkat.
Karena itu, pembilasan sebaiknya dilakukan dengan aliran air yang lembut dan hati-hati, serta hanya jika sesuai dengan panduan produsen.
Jangan Memasukkan Smartphone ke Dalam Beras
Mengeringkan smartphone dengan cara memasukkannya ke dalam beras mentah merupakan metode yang masih sering beredar di media sosial.
Namun, cara tersebut tidak dianjurkan.
Selain mengganggu fungsi perangkat, sisa material tersebut berpotensi memperparah masalah yang sudah terjadi.
Baca juga: Samsung Salip Apple, Puncaki Penjualan Smartphone Global Kuartal II 2026
Jangan Mengeringkan dengan Panas Berlebihan
Pengguna juga sebaiknya tidak menggunakan sumber panas secara langsung, seperti pengering rambut dengan suhu tinggi, untuk mempercepat proses pengeringan.
Panas berlebihan dapat merusak komponen dan baterai. Perubahan suhu yang ekstrem juga dapat memicu kondensasi di bagian dalam perangkat.
Karena itu, smartphone sebaiknya dikeringkan secara alami di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik.
Pertolongan Pertama yang Tepat
Untuk smartphone yang memang memiliki ketahanan terhadap air, arahkan speaker, mikrofon, dan konektor ke bawah.
Gunakan kain bersih dan lembut untuk mengusap permukaan perangkat, kemudian tepuk secara perlahan agar air yang berada di bagian luar dapat keluar.
Setelah itu, biarkan smartphone mengering secara alami selama beberapa waktu. Jangan terburu-buru menyalakan atau mengisi daya perangkat sebelum konektor benar-benar kering.
Sementara itu, untuk smartphone yang tidak memiliki ketahanan terhadap air, segera matikan perangkat. Keringkan bagian luarnya menggunakan kain bersih dan jangan mencoba menyalakan perangkat berulang kali untuk mengecek kondisinya.
Jika smartphone tetap tidak berfungsi setelah proses pengeringan, pengguna sebaiknya membawanya ke pusat layanan resmi untuk pemeriksaan.
Apabila perangkat kembali menyala, segera lakukan pencadangan data penting.
Pemeriksaan lebih lanjut tetap disarankan, terutama jika smartphone sempat terendam cukup lama atau terkena air laut maupun cairan lainnya.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com