Respons Puan Maharani Bakal Bersaing dengan Kaesang di Pileg 2029 di Dapil Neraka: Hak Setiap Parpol
Rusaidah August 16, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kaesang Pangarep bakal maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) daerah pemilihan (Dapil) V Kota Solo pada Pemilu 2029. 

Dapil V Jateng kerap disebut sebagai salah satu "Dapil Neraka" pada setiap kontestasi pemilu.

Wilayah tersebut menjadi lumbung suara PDI-P dengan Puan yang kerap menjadi "juara bertahan".

Ketua DPR RI ini sudah empat kali terpilih melalui Dapil tersebut pada Pemilu 2009, Pemilu 2014, Pemilu 2019, dan Pemilu 2024.

Kini pada Pemilu yang akan datang, Puan Maharani akan bersaing dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yakni Kaesang Pangarep.

Menanggapi hal tersebut, Puan Maharni angkat bicara.

Baca juga: Kisah Susanah, Disebut Prabowo Pengupas Bawang Rp 700 Ribu, Ternyata Buruh Jahit Kain Majun

"Hak setiap parpol untuk mengajukan tiap nama di semua dapil," ujar Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pada pemilu sebelumnya, Puan menjadi sosok dengan capaian suara tertinggi dengan total 297.366 suara.

Kaesang Umumkan Maju Pileg 2029

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengumumkan dirinya akan maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) daerah pemilihan (Dapil) V Kota Solo pada Pemilu 2029. Kaesang meminta kadernya solid.

Mulanya, Kaesang memberikan pesan kepada para kader yang akan maju sebagai caleg Pemilu 2029 dalam rapat koordonasi daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Kaesang meminta para caleg tidak berebut suara, tapi saling berkoordinasi. Hal tersebut untuk menghindari adanya konflik internal partai pascapemilu.

"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," kata Kaesang.

Meski hanya mengandalkan basis suara di Kota Solo, putra bungsu Presiden ke-7 Jokowi optimistis PSI akan memenangkan kontestasi Pemilu 2029.

"InsyaAllah saya akan membersamai seluruh kader karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Kota Solo," ungkap dia.

"Boyolali saya tidak boleh disentuh karena ada bagian yang lain. Sukoharjo, Klaten sudah diberikan teritorinya kepada yang lain juga. Saya cuma kedapatan Solo. Tapi saya mohon benar-benar besar untuk 2029 nanti," kata dia.

Lebih lanjut, Kaesang berpesan agar para kader PSI solid pada Pemilu 2029 mendatang.

"Terima kasih atas doanya, dukungannya, saya mohon semuanya untuk bisa solid di 2029," kata Kaesang.

Rekam Jejak Puan Maharani

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Puan Maharani kembali menjadi sorotan setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyatakan akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029.

Dapil V Jawa Tengah bukan wilayah politik yang asing bagi Puan Maharani. Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten menjadi medan kontestasi yang telah dimenanginya dalam empat pemilu berturut-turut sejak 2009.

Karena itu, pernyataan Kaesang untuk maju dari dapil yang selama ini menjadi basis politik Puan menarik perhatian. Namun, Puan memilih meresponsnya dengan tenang.

"Hak setiap parpol untuk mengajukan tiap nama di semua dapil," ujar Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Baca juga: Sosok Sunarto Ketua MA Disebut Prabowo Gaji Lebih Besar dari Ketua MA Singapura, Berapa Gajinya?

Puan Maharani memiliki hubungan politik yang cukup kuat dengan Dapil V Jawa Tengah.

Sejak Pemilu 2009, putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu konsisten mencalonkan diri melalui wilayah yang mencakup Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten.

Empat kali mengikuti pemilu melalui dapil tersebut, Puan empat kali pula berhasil mendapatkan kursi DPR RI.

Rentetan kemenangan itu membuat Puan menjadi salah satu figur yang paling identik dengan Dapil V Jawa Tengah. Bahkan, dapil tersebut kerap mendapat julukan "Dapil Neraka" karena persaingan untuk mendapatkan kursi DPR RI tergolong ketat.

Bagi Puan, rekam jejak tersebut bukan hanya menunjukkan kekuatan elektoral pribadi. Hasil pemilu juga memperlihatkan kuatnya posisi PDI-P di wilayah tersebut.

Kekuatan elektoral Puan kembali terlihat pada Pemilu 2024. Dalam kontestasi tersebut, PDI-P berhasil memperoleh tiga dari total delapan kursi DPR RI yang diperebutkan di Dapil V Jawa Tengah.

Puan menjadi caleg dengan perolehan suara tertinggi. Ia mengantongi 297.366 suara.

Di bawah Puan, terdapat Aria Bima yang memperoleh 115.123 suara. Sementara Rahmad Handoyo meraih 76.414 suara.

Angka tersebut menjadi bagian penting dari profil politik Puan di Dapil V Jawa Tengah. Empat kali kemenangan dan perolehan suara yang besar membuat posisi Puan di dapil tersebut memiliki rekam jejak yang panjang.

Melansir dari Tribunnewswiki, Puan Maharani Nakshatra Kusyala atau yang lebih sering disapa Puan Maharani merupakan politikus perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P).

Puan Maharani lahir di Jakarta pada 6 September 1973.

Puan Maharani adalah anak dari pasangan Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas.

Megawati Soekarnoputri sendiri merupakan Presiden Indonesia kelima sekaligus putri dari presiden pertama, Ir Soekrno.

Puan Maharani menikah dengan seorang pengusaha ternama, Hapsoro Sukmonohadi atau akrab dengan nama Happy Hapsoro.

Dari pernikahan itu, Puan Maharani dan Happy Hapsoro dikaruniai dua orang anak, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma dan Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari.

Puan Maharani mengenyam pendidikan pertamanya di SD Perguruan Cikini.

Puan Maharani lulus dari SD Perguruan Cikini ketika usianya 12 tahun pada 1985.

Lulus dari SD, Puan Maharani kemudian melanjutkan ke SMP Perguruan Cikini dan SMA Perguruan Cikini.

Setelah lulus dari SMA pada 1991, Puan Maharani kemudian melanjutkan ke Universitas Indonesia (UI) mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi Massa, FISIP.

Puan Maharani berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1997.

Lahir di tengah keluarga politik mendorong Puan Maharani untuk terjun ke dunia politik.

Ibunya, Megawati Soekarnoputri adalah presiden keliam RI sekaligus Ketua Umum PDIP, sementara sang ayah, Taufiq Kiemas adalah Ketua MPR ke-12.

Sejak kecil, Puan Maharani tidak pernah lepas dari suasana politik.

Simbol negara, lambang dan bendera partai adalah pemandangan sehari-hari bagi Puan Maharani.

Secara resmi Puan Maharani terjun ke dunia politik pada usia 33 tahun.

Meski begitu, sejak masih SD, SMP, SMA, atau kuliah Puan Maharani sudah terbiasa menyaksikan kerasnya dunia perpolitikan yang tengah dihadapi keluarganya.

Harta Kekayaan Puan Maharani Capai Rp 552 Miliar, Calon Tunggal Ketua DPR RI 2024-2029 dari PDI-P
Harta Kekayaan Puan Maharani Capai Rp 552 Miliar, Calon Tunggal Ketua DPR RI 2024-2029 dari PDI-P (tribun)

Tidak hanya menyaksikan, Puan Maharani juga ikut berkeliling dan mendampingi Megawati saat melawan kekuasaan Soeharto.

Pendidikan politiknya terus diasah ketika ia bergabung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di bidang luar negeri sebelum akhirnya bergabung dengan partai ibunya di PDIP.

Setelah pendidikan politiknya dirasa cukup, Puan Maharani kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI unuk Dapil Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali pada Pemilu Legislatif 2009.

Hasilnya, Puan Maharani memperoleh suara terbanyak dan lolos ke Senayan untuk masa periode 2009 – 2014. (3)

Tidak hanya itu, Puan Maharani juga didaulat menjadi Ketua Fraksi PDIP menggantikan Tjahjo Kumolo yang sudah menjabat selama Sembilan tahun.

Selanjutnya, Puan Maharani kembali terpilih dalam Pemilihan Legislatif periode selanjutnya.

Kemampuan di bidang politik yang sudah dinilai matang kemudian membuat Puan Maharani ditunjuk sebagai Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga DPP PDIP.

Pada Pemilu 2014, Puan Maharani ditunjuk sebagai panglima perang PDIP, hasilnya PDIP berhasil memenangi Pemilu 2014 dengan perolehan suara terbanyak.

Kariernya kemudian berlanjut ketika presiden terpilih pada Pemilu 2014, Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Puan Maharani menjadi Menko termuda pada usia 41 tahun sekaligus menjadi orang pertama yang mengisi kementerian baru itu.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.