Dua Pekan di PSS Sleman, 15 Pesepak Bola Muda Aceh Timur Bawa Pulang Modal Berharga
Mursal Ismail August 16, 2026 04:39 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dua pekan digembleng dalam atmosfer sepak bola profesional bersama Akademi PSS Sleman, 15 talenta muda asal Kabupaten Aceh Timur akhirnya resmi kembali ke Tanah Rencong.

Mereka pulang membawa modal berharga, pondasi taktik modern, pemahaman teknis yang lebih luas, hingga ketahanan mentalitas bertanding.

Program pengembangan bakat ini terwujud berkat komitmen dan investasi sosial PT Medco E&P Malaka melalui program beasiswa pelatihan.

Langkah strategis Medco ini dirancang sebagai pemantik bangkitnya sepak bola Aceh Timur, sekaligus mencetak bibit unggul yang siap bersaing di kancah nasional.

Selama berada di Sleman, Yogyakarta, para pemain dipaparkan pada metodologi kepelatihan modern yang membedah peran mikro di tiap lini.

Pemain belakang tidak hanya dilatih merebut bola, tetapi juga menguasai zonal marking, prinsip delaying, dan body orientation saat menutup ruang tembak lawan.

Baca juga: BKSDA Pastikan Kematian Anak Gajah di Bekas HGU Aceh Timur Murni Alami, Diduga Lahir Prematur

Mereka diasah untuk tenang melakukan build-up play dari area bawah di bawah tekanan (pressing) tinggi.

Para gelandang digembleng memahami scanning atau pengamatan area sebelum menerima bola, half-space positioning, serta eksekusi progressive passing.

Mereka dilatih menjadi metronom yang mengatur tempo, menjaga kedalaman saat transisi bertahan, serta memutus serangan balik lawan atau est defense.

Winger dan striker diajarkan variasi third-man run, pergerakan tanpa bola untuk memecah garis pertahanan serta efisiensi penyelesaian akhir atau linical finishing dari sudut sempit.

Pemain belakang Aceh Timur, Alif Hafiz, mengakui bahwa peningkatan volume dan intensitas fisik menjadi tantangan terbesar di awal pelatihan.

"Kami diminta berlari menyusuri trek pegunungan yang menanjak secara konstan selama 40 menit tanpa henti.

Sangat menguras tenaga, tetapi dari situ ketahanan fisik dan teknik bertahan kami naik kelas," ujar Alif, saat diwawancarai Serambinews.com, Minggu (16/8/2026).

Baca juga: 21 Tahun Damai, KPA dan PA Peureulak Santuni 40 Anak Yatim di Sungai Raya Aceh Timur

Gelandang muda, Muhammad Alputra, juga merasakan dampak signifikan dari pemahaman taktik baru ini.

"Sebagai gelandang, saya belajar bahwa tugas saya bukan cuma membagi bola, tapi juga paham kapan harus melakukan double-cover dan menutup jalur umpan saat tim kena counter-attack," jelas Alputra.

Penerapan taktik tersebut langsung berbuah manis pada laga uji coba pertama di lapangan latihan Macanan, PSS Sleman.

Tampil disiplin dan efektif, skuad muda Aceh Timur sukses menundukkan tim muda Sumbawa dengan skor 2-1.

Namun, pelajaran berharga sesungguhnya tersaji pada uji coba kedua di Stadion Maguwoharjo markas utama PSS Sleman.

Bermain di arena berstandar nasional memberikan tekanan psikologis tersendiri.

Baca juga: Dua Murid SD Aceh Timur Tembus Panggung Nasional O2SN di Jakarta

Perbedaan kerapatan rumput, dimensi lapangan, serta megahnya atmosfer stadion sempat mengganggu ritme passing dan koordinasi antarlini, hingga mereka harus mengakui keunggulan Sumbawa 0-2.

"Atmosfer stadion resmi sangat berbeda dengan lapangan latihan biasa. Ini jadi evaluasi penting bagi kami tentang adaptasi lapangan dan pengelolaan mental bertanding," tambah Alputra.

Kepulangan 15 pemain muda ini diharapkan menjadi stimulus baru bagi ekosistem sepak bola di Aceh Timur.

Ilmu dan standar profesional yang diboyong dari Sleman siap dijadikan batu loncatan untuk menembus kompetisi resmi, mulai dari Liga 4 hingga Liga 2, sekaligus meneruskan tradisi Aceh Timur sebagai penyumbang talenta berbakat di panggung sepak bola nasional. (*)

 

 

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.