Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai besaran jasa mengupas atau membersihkan bawang menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pekerja yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.
Dalam pidato kenegaraan Presiden pada Jumat (14/8/2026), Prabowo menyebut harga jasa membersihkan atau mengupas bawang dapat mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Namun, angka tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya bagi pengupas bawang di Kota Bengkulu.
Hal itu diungkapkan Nurlaili yang merupakan pengupas bawang di kawasan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu.
Nurlaili mengatakan dirinya sudah sekitar 12 tahun menjalani pekerjaan membersihkan bawang.
Selama bekerja, ia mengaku tidak pernah mendapatkan bayaran hingga ratusan ribu rupiah untuk setiap kilogram bawang yang dibersihkan.
Menurutnya, upah yang diterima saat ini sekitar Rp1.500 per kilogram.
“Sudah 12 tahun. Dulu upahnya Rp1.000, sekarang Rp1.500 per kilogram,” ujar Nurlaili saat ditemui di PTM Kota Bengkulu, Sabtu (15/8/2026).
Ia menjelaskan, jumlah bawang yang dibersihkan setiap harinya tidak selalu sama.
Baca juga: Realitas Pengupas Bawang di Rejang Lebong, Upah Tak Seperti Pernyataan Prabowo Rp700 Ribu per Kg
Banyak atau sedikitnya bawang yang dikupas bergantung pada jumlah pembeli dan aktivitas perdagangan di tempat ia bekerja.
Jika kondisi pasar ramai dan bawang yang dibeli pedagang atau konsumen lebih banyak, pekerjaan membersihkan bawang juga meningkat.
Sebaliknya, ketika pembeli sepi, jumlah bawang yang harus dibersihkan ikut berkurang.
“Kalau ramai orang belanja, banyak kupasan. Kalau sedikit orang belanja, sedikit juga kupasan,” katanya.
Nurlaili mengaku tidak yakin dengan angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut dalam pidato Presiden.
Menurut dia, nominal tersebut sangat jauh dibandingkan dengan upah yang diterimanya selama bekerja sebagai pengupas bawang.
“Rp700 ribu membersihkan atau mengupas bawang? Bohong saja semua itu. Saya tidak yakin. Pasti semua orang yang mengupas juga tidak seperti itu. Tidak masuk akal,” ujarnya.
Nurlaili mengatakan dirinya biasa bekerja di kawasan Barata, Kota Bengkulu.
Ia bekerja setiap hari selama tempat usaha tempatnya bekerja beroperasi.
“Di Barata. Biasanya setiap hari. Selagi Linda buka tokonya, kami terus memetik dan membersihkan bawang,” jelasnya.
Di sisi lain, harga bawang merah dan bawang putih di Bengkulu saat ini berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut membuat pernyataan mengenai jasa membersihkan bawang senilai Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan, terutama bagi pekerja di tingkat bawah yang menjalankan pekerjaan serupa dengan upah jauh lebih rendah.
Bagi Nurlaili, pekerjaan membersihkan bawang merupakan sumber penghasilan yang sudah dijalaninya selama bertahun-tahun.
Meski dilakukan setiap hari, penghasilannya sangat bergantung pada jumlah bawang yang tersedia untuk dibersihkan.
Upah Kupas di Pasar Ampera
Pantauan TribunBengkulu.com, sejumlah pedagang di Pasar Ampera, Kabupaten Bengkulu Selatan, terlihat menjual bawang merah dan bawang putih yang telah dikupas dan siap dipasarkan.
Salah seorang pedagang, Rina, mengatakan harga jasa pengupasan bawang di Bengkulu Selatan saat ini sekitar Rp3 ribu per kilogram.
“Kalau untuk jasa kupas bawang, sekarang sekitar Rp3 ribu per kilogram. Kalau bawang per karung biasanya tidak dikupas, hanya dibersihkan saja,” ujar Rina saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (15/8/2026).
Harga Bawang Kupas Capai Rp42 Ribu per Kilogram
Rina menjelaskan, harga bawang yang sudah dikupas dan siap dijual berbeda dengan bawang yang masih dalam kondisi belum dikupas.
Menurutnya, bawang merah dan bawang putih yang sudah dikupas dijual sekitar Rp42 ribu per kilogram.
Sementara itu, bawang yang belum dikupas berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
“Untuk harga bawang yang sudah dikupas sekitar Rp42 ribu per kilogram, sedangkan yang belum dikupas sekitar Rp40 ribu per kilogram,” kata Rina.
Terkait penyebutan harga jasa bawang kupas mencapai Rp700 ribu per kilogram dalam pidato Presiden, Rina menilai angka tersebut tidak menggambarkan kondisi harga di Pasar Ampera saat ini.
Ia mengatakan, jika yang dimaksud adalah jasa pengupasan, harga tersebut sangat jauh dari kondisi sebenarnya.
Bahkan, menurutnya, selisih harga yang disebutkan dalam pidato dengan kondisi di lapangan cukup besar.
“Kalau disebut Rp700 ribu per kilogram, menurut saya sangat jauh dengan harga di lapangan. Untuk jasa kupas saja sekarang hanya sekitar Rp3 ribu per kilogram,” jelas Rina.
Pernyataan Prabowo
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan setelah disampaikan dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, Prabowo memperkenalkan Susanah, pengupas bawang merah asal Bogor.
Prabowo menyebut Susanah merupakan buruh harian yang mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan dan program sembako pemerintah.
Namun, yang kemudian menjadi perhatian publik adalah pernyataan mengenai penghasilan Susanah sebagai pengupas bawang.
Prabowo menyebut Susanah mendapatkan upah Rp700 ribu per kilogram untuk mengupas bawang merah.
"Hari ini hadir bersama kita ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu perkilogram. Program keluarga harapan dan program sembako membantu menjaga anak-anaknya," ungkap Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian memancing berbagai komentar publik di media sosial.
Netizen menyoroti nominal upah yang disebut diterima Susanah sebagai pengupas bawang merah.
Di media sosial juga ramai perhitungan mengenai pendapatan Susanah jika mampu mengupas bawang merah dalam jumlah tertentu setiap harinya.
Dari hitung-hitungan tersebut, netizen memprediksi Susanah bisa memperoleh Rp7 juta sehari jika mengupas 10 kilogram bawang merah.
Pendapatan tersebut disebut netizen lebih besar dibandingkan gaji manajer di BUMN.
"Prabowo spill ada buruh bawang:
namanya ibu susana
buruh harian kupas bawang
upah dia 700.000/kilogram
kalo bisa 10kg artinya sehari dapat 7jt
sebulan berarti 210jt
INFO LOKER kupas bawangnya di mana? Lumayan sebulan 210 juta, gaji manajer BUMN aja lewat," tulis akun Threads @whateverrryousayyy.
Tak hanya itu, netizen juga dibuat penasaran dengan harga bawang merah di wilayah Bogor.
Hal tersebut lantaran netizen meragukan pernyataan mengenai upah Susanah sebagai pengupas bawang merah yang mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini