BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan Bengkulu hingga 19 Agustus 2026
Ricky Jenihansen August 16, 2026 04:54 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Fatmawati Soekarno Bengkulu mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Bengkulu.

Informasi tinggi gelombang tersebut berlaku mulai Minggu (16/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (19/8/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan informasi BMKG, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Bengkulu Bagian Utara, Perairan Pulau Enggano, Perairan Bengkulu, Samudra Hindia barat Bengkulu, serta Perairan Bengkulu Bagian Selatan.

Selain itu, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter juga berpeluang terjadi di wilayah yang sama.

Kondisi Angin

BMKG menyebut angin di wilayah perairan Provinsi Bengkulu pada umumnya berembus dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 knot atau 4 hingga 50 kilometer per jam.

Kecepatan angin permukaan yang cukup kuat meningkatkan potensi kenaikan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Bengkulu.

BMKG juga memberikan sejumlah saran keselamatan terkait kondisi tersebut.

Untuk gelombang 1,25 hingga 2,5 meter, perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Pada kondisi gelombang 2,5 hingga 4 meter, BMKG juga menyebut kapal feri berisiko terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

BPBD Imbau Nelayan Waspada

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda demi keselamatan," kata I Made Ardana.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG karena kondisi cuaca di laut dapat berubah dengan cepat.

"Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan. Ikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan arahan dari instansi terkait," ujarnya.

 

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.