Truk Trailer Angkut Tangki Tersangkut di JPO Kramat Jati, Lalin Sempat Macet 30 Menit
Feryanto Hadi August 16, 2026 05:35 PM

 


Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI -- Sebuah truk trailer yang mengangkut tangki berukuran besar tersangkut di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Kramat Jati, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Jakarta Timur, Minggu (16/8/2026) dini hari.

Truk tersebut diketahui melaju dari arah PGC Cililitan menuju Kramat Jati. Namun, saat melintas di bawah JPO, bagian muatan kendaraan tersangkut sehingga perjalanan terhenti.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Emiral August, menduga kejadian tersebut terjadi karena pengemudi tidak mengetahui batas ketinggian kendaraan yang dapat melintas di ruas Jalan Raya Bogor.

"Sepertinya tidak mengetahui batas tinggi kendaraan, dan juga pengemudinya belum mengetahui situasi di Jalan Raya Bogor," kata Emiral saat dikonfirmasi, Minggu.

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas dari arah Cililitan menuju Kramat Jati sempat tersendat selama sekitar 30 menit. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju karena truk masih berada di bawah JPO.

Petugas kemudian melakukan proses evakuasi agar kendaraan dapat segera dipindahkan dari lokasi. Setelah sekitar 30 menit, truk akhirnya berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal.

"Truk mengarah dari utara ke selatan, dari arah PGC menuju Kramat Jati. Untuk truk saya belum monitor tujuannya lanjut. Tapi untuk JPO tidak mengalami kerusakan," ujar Emiral.

Truk Diminta Survei Rute

Emiral mengatakan tidak terdapat kerusakan pada struktur JPO akibat kejadian tersebut. Meski demikian, insiden itu menjadi perhatian karena kendaraan dengan muatan berukuran besar harus memperhitungkan kondisi jalan dan batas ketinggian sebelum melintas.

Untuk mencegah kejadian serupa, Sudin Perhubungan Jakarta Timur mengimbau perusahaan maupun pengemudi truk yang membawa muatan berukuran besar melakukan survei rute terlebih dahulu.

Survei penting dilakukan untuk mengetahui kondisi jalan, termasuk keberadaan JPO, jembatan, portal, maupun bangunan lain yang memiliki batas ketinggian.

Dengan demikian, rute perjalanan dapat disesuaikan sejak awal sehingga kendaraan tidak mengalami kendala saat berada di jalan.

"Imbauan supaya setiap pengiriman barang yang seperti itu agar dilakukan survey rute oleh yang bersangkutan," tutur Emiral.

Laporan Tribun Jakarta/Bima Putra

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.