Zizi Lulus S1 di Bogor, Sudah Sebar 100 Lamaran tapi Belum Dapat Kerja Tetap
Feryanto Hadi August 16, 2026 05:35 PM

 


Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, KEBON JERUK -- Perjuangan mencari pekerjaan setelah menyandang gelar sarjana tidak selalu berjalan mulus.

Hal itu dirasakan Zizi, perempuan 25 tahun asal Depok, Jawa Barat, yang hingga kini belum mendapatkan pekerjaan tetap meski telah mengirim sekitar 100 lamaran ke berbagai perusahaan.

Sejak hampir setahun terakhir, Zizi bertahan sebagai pekerja lepas atau freelance di sebuah perusahaan digital marketing di Jakarta Barat.

Pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan sementara sembari dirinya terus mencari pekerjaan dengan gaji tetap.

Zizi biasanya mendapat tawaran pekerjaan melalui pesan singkat ketika perusahaan membutuhkan jasa editing.

Ia mengerjakan video maupun foto sesuai kebutuhan untuk materi pemasaran dan iklan.

Baca juga: Molinas Diproduksi di Cikarang, Pemkab Bidik Peluang Kerja untuk Warga Lokal

Untuk satu video, Zizi memperoleh bayaran sekitar Rp70.000 hingga Rp125.000. Sementara jasa editing foto dihargai sekitar Rp25.000 sampai Rp75.000. Besaran upah bergantung pada tingkat kesulitan pekerjaan.

Dalam sepekan, Zizi rata-rata hanya mendapat dua hingga tiga pekerjaan editing video. Meski tidak rutin setiap hari, ia tetap bersyukur karena pekerjaan tersebut dapat memberikan pemasukan.

"Kalau pun nanti dapat kerjaan, saya enggak akan lepas juga yang freelance karena kerjanya enak cuma di kost edit 10 sampai 20 menit selesai dapat duit. Tapi bayarannya nanti sebulan," kata Zizi, Minggu (16/8/2026).

Zizi merupakan lulusan S1 Fakultas Komunikasi dari salah satu universitas di Bogor, Jawa Barat. Ia sebenarnya berharap setelah lulus dapat segera memperoleh pekerjaan sesuai bidang yang dipelajarinya.

Namun, realitas di lapangan tidak sesuai harapan. Sejak 2025 hingga 2026, ia telah berkali-kali mengikuti proses rekrutmen, tetapi belum berhasil mendapatkan pekerjaan tetap.

Baca juga: Bersaing dengan Gen Z, Seorang Ayah Ajak Anak dan Istri Cari Pekerjaan di Job Fair Depok  

Sudah Kirim 100 Lamaran

Zizi mengaku telah mengirim sekitar 100 lamaran ke berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan kecil hingga perusahaan ternama.

Dari puluhan bahkan ratusan lamaran tersebut, hanya sekitar lima hingga 10 perusahaan yang memanggilnya untuk mengikuti tahapan seleksi.

Beberapa proses bahkan telah dilalui hingga tahap tes tertulis dan wawancara bersama bagian Human Resources Department (HRD). Namun, proses tersebut belum berujung pada tawaran pekerjaan.

Setelah Lebaran Idulfitri 2026, Zizi kembali meningkatkan upaya mencari kerja karena menilai peluang rekrutmen akan lebih terbuka. Namun, hampir lima bulan berlalu, belum ada perusahaan yang benar-benar menerimanya.

"Paling ujung-ujung nanti tunggu panggilan lagi. Atau jawab klasiknya kalau nanti lolos akan ditelpon lagi," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Zizi tidak mengetahui secara pasti alasan dirinya belum mendapatkan pekerjaan tetap. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk memperbanyak lamaran dan mengikuti setiap tahapan seleksi yang diberikan perusahaan.

Di tengah penantian tersebut, ia mengaku beruntung memiliki teman-teman yang peduli dan membantu mencarikan peluang pekerjaan. Salah satunya adalah pekerjaan freelance yang diperolehnya dari teman sekolah saat SMA yang kini menjadi pemilik perusahaan digital marketing.

Saat temannya membutuhkan editor video dan foto untuk kebutuhan pemasaran, Zizi mendapat kesempatan untuk membantu. Pekerjaan itu kemudian terus dilakukannya hingga kini.

Biaya Hidup Rp4 Juta Sebulan

Untuk sementara, Zizi tinggal di sebuah indekos di Jakarta Barat. Biaya hidupnya, termasuk makan, jajan, dan sewa tempat tinggal, mencapai sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta setiap bulan.

Biaya tersebut masih sebagian dibantu oleh orangtuanya. Kondisi itu membuat Zizi berusaha mengatur pengeluaran agar tidak terlalu membebani keluarga.

"Kalau enggak kita irit-irit ya bisa boros, kasihan tiap bulan minta tambahin sama orangtua mulu," tuturnya.

Meski demikian, Zizi tidak ingin menyerah. Ia masih berharap mendapatkan pekerjaan utama dengan penghasilan tetap. Di sisi lain, pekerjaan freelance yang saat ini dijalaninya akan tetap dipertahankan jika nantinya memperoleh pekerjaan tetap.

Bagi Zizi, pekerjaan freelance setidaknya menjadi jalan untuk tetap produktif sekaligus memperoleh penghasilan sembari menunggu kesempatan kerja yang lebih stabil.

Ia pun terus mencoba, setelah hampir setahun menghadapi ketidakpastian dalam mencari pekerjaan. Harapannya sederhana, bisa mendapatkan pekerjaan tetap yang sesuai kemampuan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan orangtua.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.