Jakarta (ANTARA) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pengoperasian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sebaiknya dimulai dengan satu hingga dua komoditas terlebih dahulu untuk membangun likuiditas dan kredibilitas pasar sebelum memperluas cakupan komoditas.

Menurut Yusuf, saat dihubungi di Jakarta, Minggu, target memasukkan sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet sekaligus pada awal 2027 cukup ambisius.

Pemerintah dinilai sebaiknya memprioritaskan komoditas yang memiliki posisi kuat di pasar global, tetapi belum memiliki harga acuan global yang dominan.

Menurut dia, nickel pig iron (NPI) dapat menjadi salah satu pilihan karena Indonesia memiliki posisi kuat dalam rantai pasok komoditas tersebut.

“Produk seperti nickel pig iron lebih menarik karena kita bisa membangun tolok ukur baru, bukan langsung berhadapan dengan benchmark yang sudah puluhan tahun digunakan,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan keberadaan BMKS tidak serta-merta membuat harga komoditas Indonesia menjadi lebih tinggi.

Menurut dia, manfaat utama bursa tersebut justru terletak pada peningkatan transparansi transaksi, mempersempit ruang praktik under-invoicing atau kurang faktur, memperbaiki basis pengenaan pajak, serta menekan biaya transaksi.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, dalam jumpa pers pada Jumat (14/8), mengatakan sejumlah mineral dan komoditas yang akan masuk dalam BMKS telah ditetapkan.

Namun, OJK belum mengungkapkan rinciannya karena masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar penyelenggaraan bursa tersebut.

Pemerintah menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dan menjadi instrumen untuk membangun Indonesia Reference Price atau harga referensi Indonesia bagi sejumlah komoditas strategis.

Bursa itu juga ditargetkan menciptakan pasar yang lebih dalam, transparan, dan likuid sehingga mampu mempertemukan produsen, petani, eksportir, pembeli, dan investor dalam satu ekosistem perdagangan dengan data transaksi yang terbuka dan kredibel.