TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fenomena pengrusakan pohon peneduh di Kota Bandung kian memprihatinkan dengan modus yang terbilang sadis.
Pohon-pohon di sejumlah titik jalan utama, seperti Jalan Pahlawan, Kiaracondong, hingga Buah Batu, sengaja dikuliti, dibor, hingga disuntik air aki agar mati secara perlahan dan mengering di lokasi.
Aksi pengrusakan terbaru ditemukan di kawasan Jalan Pahlawan, di mana batang bawah pohon dikuliti secara sengaja.
Tak hanya itu, ulah tak bertanggung jawab juga merembet ke kawasan Kiaracondong dan Buah Batu dengan modus pohon dibor, dicor, hingga disuntik cairan air aki.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengecam keras temuan modus baru pembunuhan pohon peneduh jalanan tersebut.
Farhan menilai aksi ini bukan sekadar vandalisme biasa, melainkan tindakan terencana yang diduga kuat didasari kepentingan tertentu.
"Itu termasuk juga yang di daerah Buah Batu, Kircon ditemukan ada pohon yang dibor, disuntik air aki, mau dibunuh gitu. Nah itu juga kita akan tindak tegas semuanya," ujar Farhan, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: 10 Pohon Ditebang di Kota Bandung, Samsul Hidayat Soroti Pentingnya Kajian dan Pengawasan
Farhan memastikan bahwa tindakan pengrusakan tersebut sama sekali bukan bagian dari pemeliharaan rutin Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.
Saat ini, tim penyidik dari DPKP tengah diterjunkan ke lapangan untuk melacak siapa aktor di balik matinya pohon-pohon peneduh tersebut.
Target investigasi akan berfokus pada pihak-pihak yang dinilai paling diuntungkan jika pohon di median jalan tersebut mati dan tidak lagi menghalangi pemandangan atau area tertentu.
"Kalau ternyata terbukti si pohonnya pelan-pelan mati, maka kita tandain itu siapa yang ngebor, siapa yang menguliti, nanti akan langsung kita tindak. Ini pohon pinus di median jalan dibikin mati, siapa yang untung coba? Kita lagi cari nih," tegas Farhan. (*)